Sayembara Bikin Obat Covid-19 Berhadiah Rp 250 juta di Kalteng

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tak Sembarang Tenggak Obat Herbal

    Tak Sembarang Tenggak Obat Herbal

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran membuat sayembara bagi warganya yang mampu membuat obat Covid-19 dari rempah alami di wilayah itu. Mereka yang terbukti mampu menyembuhkan penyakit yang sedang menciptakan pandemi di dunia tersebut dijanjikannya hadiah uang tunai sedikitnya Rp 250 juta.

    “Orang luar negeri berlomba-lomba membuat obat covid-19 yang sampai saat ini belum ada obatnya. Di Kalteng sendiri yang positif terus bertambah, terutama di Kota Palangka Raya dan Kapuas,” katanya seusai melaksanakan rapat di kantor Pemprov, Selasa 30 Juni 2020.

    Pandemi penyakit itu memukul seluruh wilayah dan masyarakat tak terkecuali di Kalimantan Tengah. Dia mengatakan seluruh masyarakat merindukan aktivitas normal tanpa was-was tertular infeksi virus yang bisa menyebabkan pneumonia akut itu.  

    “Jadi begini saja, saya adakan sayembara. Ayo kita berlomba untuk membuat obat herbal penyembuh covid-19," kata Sugianto menunjuk kekayaan rempah di Kalimantan Tengah. Hadiah uang sebesar Rp 250 juta dijanjikannya berasal dari kantong pribadinya. "Belum lagi dari pemerintah provinsi."

    Menurut dia, harus ada solusi dalam menghadapi situasi pandemi virus corona. Baik bantuan dari pemerintah maupun tes massal serta penanganannya, termasuk protokol kesehatan dan adaptasinya. 

    “Kalau kita mau hidup normal seperti biasanya, saat ini sudah tidak bisa lagi. Tetapi harus dengan hidup baru, mencuci tangan dengan rutin, pakai masker dan menjaga jarak. Itu solusinya saat ini yang harus dilakukan agar terhindar dari Covid-19,” kata Sugianto Sabran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.