Animator Rini Sugianto Bagi Tips dan Pengalaman di Studio Amerika

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film The Adventures Of Tintin: The Secret Of The Unicorn, yang ikut digarap animator asal Indonesia Rini Sugianto. (tintin.com)

    Film The Adventures Of Tintin: The Secret Of The Unicorn, yang ikut digarap animator asal Indonesia Rini Sugianto. (tintin.com)

    TEMPO.CO, JakartaSaat ini sudah mulai banyak animator muda Indonesia yang ikut terlibat dalam proyek film sci-fi maupun film animasi internasional. Di antaranya adalah Rini Sugianto yang ikut dalam proyek film The Adventures of Tintin: The Secret of Unicorn (2011) dan Missing Link (2019).

    Melalui sebuah webinar yang diselenggarakan Komunitas Tintin Indonesia, Sabtu 25 Juli 2020, Rini menilai kalau saat ini animator Indonesia sudah lumayan banyak. Sekalipun, dia menambahkan, itu masih belum sebanding jika dibandingkan dengan negara lain seperti Korea, India, Cina, dan Jepang yang sudah lebih banyak memiliki animator profesional.

    "Dibanding negara lain, (Indonesia) masih sedikit," kata Rini yang menyelesaikan pendidikan arsitektur di Universitas Parahyangan, Bandung, dan kini berdomisili di California, Amerika Serikat itu. 

    Rini tak menyangkal bahwa kompetisi di industri animasi cukup berat. Terlebih, setiap negara atau negara bagian memiliki standar dan jenjang karir yang berbeda-beda untuk bidang animasi ini. Plus kompetisi di antara para animator yang disebutnya banyak yang berkualitas bagus.

    "Sangat kompetitif. Terutama untuk masuk studio besar, itu susah sekali. Banyak yang bagus, junior animator yang bagus pun banyak," kata perempuan berusia 38 tahun ini.

    Meski demikian, Rini mengatakan peluang untuk meniti karir sebagai animator profesional di kancah internasional bukanlah hal yang mustahil. Berdasarkan pengalamannya di Amerika Serikat, ia menilai bahwa studio maupun pencari animator di negara tersebut tak mempermasalahkan asal animator tersebut. 

    Rini Sugianto, Pembuat Animasi Tintin. Tempo/Evieta.

    "Di AS, yang dilihat semua hasil kerjaan atau portofolio. Mau lulusan SMA, kalau portofolionya bagus, ya dia yang di-hire," kata Rini.

    Itu sebabnya Rini Sugianto memberi tips agar lebih mementingkan hasil karya yang bagus-bagus dalam portofolio, tidak perlu semua. Misalnya selama belajar animasi bikin 10 klip, "Kasih dua karya terbaik. Biarpun (berdurasi) pendek tidak apa-apa, daripada (berdurasi) panjang namun tidak bagus."

    Selain The Adventures of Tintin dan Missing Link, Rini juga terlibat di balik proses kreatif film sci-fi Ready Player One yang masuk nominasi Piala Oscar 2019. Selain itu The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)The Desolation of Smaug (2013) Ironman 3 (2013), Hunger Games: Cathing Fire, Avenger: Age of Ultron (2015), dan Teenage Mutant Ninja Turtles 1 dan 2 (2014 dan 2016). 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.