Penelitian tentang Swinger Cuma Modus, Peneliti Akui Pelecehan Seksual

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

    ilustrasi pelecehan seksual (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bambang Ariyanto atau yang diinisialkan sebagai BA dalam konferensi pers yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama atau UNU Yogyakarta, Selasa 4 Agustus 2020, telah lebih dulu membuat pernyataan. Bambang Ariyanto sedang viral di media sosial setempat tentang riset atau penelitiannya mengenai swinger atau orang yang saling bertukar pasangan hubungan intim.

    Pernyataan Bambang Ariyanto dibuat dalam bentuk video yang diunggah di akun Facebook miliknya, sebelum kemudian dicabut kembali, pada Minggu 2 Agustus 2020. Dalam video, ia mengakui bahwa rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan merupakan kebohongannya belaka.

    "Karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya," katanya sambil mengaku kalau video dibuatnya tanpa paksaan.

    Bambang Ariyanto juga menyatakan minta maaf ke NU dan UGM karena telah menggunakan nama dua institusi itu dalam mencari korban. Yang mengejutkan dia juga mengaku pernah melakukan pelecehan seksual secara fisik selain lewat tulisan dan verbal. "Saya minta maaf," katanya dalam video.

    Bambang Ariyanto. Foto/twitter.com

    UNU Yogyakarta, dalam konferensi pers hari ini, menyatakan mendorong proses hukum  untuk dugaan pelecehan seksual bermodus penelitian tentang swinger tersebut. Kampus itu menegaskan kalau BA bukan dosen UNU Yogyakarta, tapi sempat membantu Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPPM) UNU Yogyakarta untuk materi kepenulisan dan literasi sesuai bidang keahliannya pada 2017 sampai 2018.

    Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU DIY Khotimatul Husna mengatakan telah menerima lebih dari tiga orang korban pelecehan penelitian itu. Modus Bambang Ariyanto dituturkannya ingin menjadikan mereka sebagai responden dari penelitian tentang swinger dengan menghubungi di antaranya melalui fasilitas percakapan di media sosial. 

    "Teman-teman ini awalnya tidak berani mengungkapkan terkait 'chat-chat' (percakapan) yang mengarah pada pelecehan seksual," kata Khotimatul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.