Singapura Uji Drone Israel untuk Pantau Jaga Jarak Covid-19

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Airobotics, sebuah perusahaan Israel, telah mengembangkan drone tanpa pilot yang sedang diujicobakan oleh polisi Singapura untuk membantu menegakkan langkah-langkah jaga jarak untuk menahan penyebaran Covid-19, di laboratorium Petah Tikva, Israel, 4 Agustus 2020. REUTERS/Ammar Awad

    Airobotics, sebuah perusahaan Israel, telah mengembangkan drone tanpa pilot yang sedang diujicobakan oleh polisi Singapura untuk membantu menegakkan langkah-langkah jaga jarak untuk menahan penyebaran Covid-19, di laboratorium Petah Tikva, Israel, 4 Agustus 2020. REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi di Singapura telah menguji coba dua pesawat nirawak (drone) yang dikembangkan Airobotics Israel untuk membantu memantau aktivitas jaga jarak (social distancing) dalam mencegah penularan Covid-19. Drone tersebut secara otomatis dapat mengawasi aktivitas masyarakat dari udara.

    "(Drone itu) khusus untuk Covid-19, apa yang kami lakukan adalah membantu mereka mempertahankan operasi normal," kata CEO Airobotics Ran Krauss kepada Reuters, Kamis, 6 Agustus 2020. "Pandemi menciptakan situasi di mana mungkin sulit bagi polisi untuk mempertahankan operasi."

    Mesin kecil ini memiliki berat 10 kg dan diprogram khusus untuk melacak anomali seperti pertemuan dan streaming rekaman ke polisi. Percobaan tiga setengah bulan, di kawasan industri di barat kota, Singapura, adalah pertama kalinya drone komersial otomatis disetujui untuk terbang di atas kota metropolitan besar.

    Tim dari Badan Sains dan Teknologi (HTX) pemerintah Singapura mengatakan telah menguji coba drone tersebut bersama polisi. "Mereka bisa menentukan lokasi dan memperbesar area yang mungkin tidak terlihat petugas dengan berjalan kaki atau di dalam kendaraan," kata Insinyur Senior Low Hsien Meng dari HTX's Robotics, Automation & Unmanned Systems Center.

    Airobotics, yang telah mengumpulkan US$ 120 juta (setara Rp 1,75 triliun) dalam pendanaan, mengatakan telah menginvestasikan sekitar US$ 100 juta (setara Rp 1,4 triliun) untuk mengembangkan drone itu. Airobotics menyewakan drone itu ke HTX dan juga untuk keperluan bisnis serta industri di Israel dan Amerika Serikat.

    Airobotics dan HTX telah memulai tahap proyek sepanjang tahun berikutnya untuk mengeksplorasi kemampuan lebih lanjut, termasuk menggunakan drone untuk mengirimkan defibrillator jika diperlukan tenaga kesehatan. Defibrillator adalah stimulator detak jantung listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung.

    Singapura, yang terkenal dengan aturan dan pengawasan yang ketat, awalnya mendapat pujian global karena menahan penyebaran virus sebelum wabah massal di asrama pekerja migran meningkat tajam.

    Airobotics mengatakan, aspek jaga jarak sosial dari uji coba tersebut masih berlangsung. HTX belum memberikan tanggapan mengenai pengujiannya. "Airobotics sedang dalam pembicaraan dengan kota-kota lain untuk mengerahkan drone itu," ujar Krauss.

    REUTERS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H