Abu Gunung Sinabung Tutup Lahan Pertanian Akan Disemprot

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani memanen kentang dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan material vulkanik di Karo, Sumatera Utara, Senin, 10 Agustus 2020. Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting/aww.

    Petani memanen kentang dengan latar belakang Gunung Sinabung yang menyemburkan material vulkanik di Karo, Sumatera Utara, Senin, 10 Agustus 2020. Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom 5.000 meter di atas puncak atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut. ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting/aww.

    TEMPO.CO, Medan Pemerintah menyiapkan sejumlah alat semprot untuk membersihkan tanaman dari debu dan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Sejauh ini telah terdata 258 hektare lahan tanaman kentang di tiga kecamatan hancur akibat debu tersebut. 

    "Kami telah siapkan 'blower' untuk bersihkan debu yang banyak menempel pada tanaman kentang, tomat, jeruk, cabai, buncis, dan tanaman lainnya," ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angin, yang dihubungi dari Medan, Rabu 13 Agustus 2020.

    Natanail mengatakan, peralatan pembersih debu itu merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. "Blower bantuan dari Pemprov Sumut sembilan unit, dan Pemkab Karo delapan unit. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dan petani yang perkebunannya terpapar debu Sinabung," katanya.

    Sebanyak 258 hektare lahan kentang yang telah dipastikan gagal panen tersebar di Kecamatan Naman Teran seluas 191 hektare, Kecamatan Brastagi seluas 19 hektare, Kecamatan Dolat Rakyat seluas 3 hektare, dan Kecamatan Merdeka seluas 45 hektare.

    Seorang pria mengendarai sepeda motornya di samping lahan pertanian kubis yang diselimuti abu vulkanis pascaerupsi Gunung Sinabung di Karo, Sumatra Utara pada 10 Agustus 2020. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, meletus dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 5.000 meter di atas puncak gunung atau sekitar 7.460 meter di atas permukaan laut. Xinhua/Alberth Damanik


    Letusan Gunung Sinabung terjadi pada Senin lalu sekitar pukul 10.16 WIB. Erupsi tersebut mencapai ketinggian kolom abu kurang lebih 5.000 meter di atas puncak (7.460 meter di atas permukaan laut). 

    Baca juga:
    Penggalian Situr Kumitir Berdasarkan Cerita di Naskah Kuno, Seperti Apa?

    Saat ini Gunung Sinabung masih berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Atau, lokasi di dalam radius 3 km dari Puncak Gunung Sinabung, kemudian radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

    Letusan Gunung Sinabung Senin menyambung dua hari sebelumnya, pada Sabtu dinihari. Saat itu tinggi kolom abu vulkanik teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Manfaat Telur Ayam Kampung

    Sejumlah manfaat terlur ayam kampung dapat diperoleh oleh mereka yang mengkonsumsinya. Salah satunya, secara tak langsung menurunkan berat badan.