Gunung Merapi Naik Status Siaga, Begini Pesan Sultan Yogyakarta

Puluhan abdi dalem Keraton Yogyakarta, bertolak dari petilasan rumah almarhum mbah Marijan menuju pos pertama Gunung Merapi. Untuk menghantarkan sesaji dalam prosesi Labuhan Merapi, Sleman, Yogyakarta, 20 Mei 2015. Prosesi labuhan merapi termasuk dalam rangkaian acara Jumenengan Dalem (naik tahta) Sri Sultan HB X. TEMPO/Pius Erlangga.

TEMPO.CO, Yogyakarta - Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono merespons keputusan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta yang menaikkan status Gunung Merapi dari level Waspada (level II) ke Siaga (level III).

Status Siaga untuk Merapi itu diberlakukan sejak Kamis 5 November 2020 pukul 12.00 WIB dan diumumkan melalui surat edaran No. 523/45/BGV.KG/2020 tertanggal 5 November 2020.

“Saya minta kepada khususnya warga Kabupaten Sleman, khususnya sebelah timur, selatan, maupun barat dari Gunung Merapi, untuk memperhatikan bahwa Merapi ini sudah meningkat statusnya dari waspada ke siaga,” ujar Sultan, Kamis 5 November 2020.

Sultan meyakini Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman saat ini telah mempersiapkan diri terkait jalur evakuasi sebagai bentuk persiapan. “Pemerintah kabupaten sudah tahu, apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sultan juga mengimbau kepada segenap masyarakat untuk tidak panik. Menurutnya, masyarakat khususnya yang ada di kawasan sekitar Merapi cukup paham dan tahu kondisi ini.

“Saya juga mohon (warga Yogya) yang jauh dari Merapi juga tidak usah panik dengan kenaikan status itu,” ujar Ngarsa Dalem sambil menambahkan akan mengeluarkan surat edaran menanggapi peningkatan status Gunung Merapi itu.

Sebelumnya, surat edaran BPPTKG memuat empat rekomendasi untuk masyarakat menyikapi penetapan status terbaru Gunung Merapi, Siaga. Rekomendasi pertama adalah mengenai prakiraan daerah bahaya untuk wilayah DIY yakni Kecamatan Cangkringan (Kabupaten Sleman) yang terdiri dari Desa Glagaharjo, Kepuharjo, dan Umbulharjo.

Erupsi Gunung Merapi terlihat dari wilayah Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 21 Juni 2020. Erupsi mengakibatkan hujan abu vulkanik yang terasa di delapan kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Rekomendasi kedua, penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III agar dihentikan. Ketiga, pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan di kawasan yang sama termasuk kegiatan pendakian ke puncak gunung.

Baca juga:
Status Gunung Merapi Naik jadi Siaga, BPPTKG Beberkan Indikasinya

Keempat, pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.






Limun Sarsaparilla, Minuman Khas Jogjakarta yang Bisa Jadi Obat Sifilis

1 hari lalu

Limun Sarsaparilla, Minuman Khas Jogjakarta yang Bisa Jadi Obat Sifilis

Limun sarsaparilla merupakan salah satu kuliner Jogjakarta yang banyak diincar oleh wisatawan. Minuman ini juga dikenal dengan saparella, yaitu minuman bersoda yang terbuat dari batan tanaman sarsaparilla dan air berkarbonasi. Tak hanya segar, minuman ini juga dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.


Indonesia Miliki Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia: 76 Gunung di Berbagai Pulau

2 hari lalu

Indonesia Miliki Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia: 76 Gunung di Berbagai Pulau

Terdapat 127 Gunung Berapi di Indonesia dan dari jumlah tersebut, 76 di antaranya merupakan gunung berapi aktif.


Kaesang dan Erina Akad Nikah di Pendopo Ambarrukmo, Polisi: Tak Ada Pusat Belanja yang Ditutup

4 hari lalu

Kaesang dan Erina Akad Nikah di Pendopo Ambarrukmo, Polisi: Tak Ada Pusat Belanja yang Ditutup

Lokasi akad nikah Kaesang dan Erina terletak di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman yang merupakan salah satu jalan terpadat di Yogyakarta.


Yogyakarta Klasterisasi Kawasan Cagar Budaya, Dibuatkan Festival untuk Wisata Minat Khusus

4 hari lalu

Yogyakarta Klasterisasi Kawasan Cagar Budaya, Dibuatkan Festival untuk Wisata Minat Khusus

Magnet kunjungan wisata ke Kota Yogyakarta, selama ini salah satunya dilatari rasa klangenan terhadap melimpahnya kawasan cagar budayanya.


Terbentuknya Paspampres Bermula dari Evakuasi Soekarno dan Bung Hatta ke Yogyakarta

6 hari lalu

Terbentuknya Paspampres Bermula dari Evakuasi Soekarno dan Bung Hatta ke Yogyakarta

Sudah tahukah Anda sejarah dan asal usul terbantuknya Paspampres, pasukan pengamanan presiden dan wapres?


Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

7 hari lalu

Pekan Depan Kaesang Pangarep - Erina Gudono Menikah: Menengok Profesi Penghulu

Menengok penghulu di balik Kaesang Pangarep-Erina menikah. Ada 2 juta pernikahan berlangsung tiap tahun maka jumlah penghulu saat ini masih kurang.


Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

8 hari lalu

Festival FIlm JAFF 17 "Blossom" Menjadi Titik Temu Para Pembuat, Pemain, Dan Penonton Film Indonesia Hingga Asia

JAFF selalu menjadi titik temu para pembuat dan pemain film dengan para penontonnya. Selain itu, beragam Special Program JAFF17 juga menjadi ajang belajar dan diskusi yang diikuti oleh mereka yang tertarik dengan berbagai profesi di industri film


Teraktif di Dunia, Ini Proses Lahirnya Gunung Merapi

8 hari lalu

Teraktif di Dunia, Ini Proses Lahirnya Gunung Merapi

B Gunung Merapi, gunung paling aktif di dunia telah meletus sejak 400.000 tahun yang lalu. Bagaimana gunung ini bisa terbentuk ?


Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Organda Soroti Peran Makelar Transportasi

8 hari lalu

Antisipasi Kecelakaan Bus Pariwisata, Organda Soroti Peran Makelar Transportasi

Ada beberapa hal yang disoroti terkait kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego Imogiri ada Februari lalu.


Kaesang dan Erina 10 Desember Menikah: Begini Tugas dan Wewenang Penghulu di Pernikahan

9 hari lalu

Kaesang dan Erina 10 Desember Menikah: Begini Tugas dan Wewenang Penghulu di Pernikahan

Penghulu dalam pernikahan Kaesang Pangarep, putra Jokowi itu tidaklah orang asing melainkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Depok, Sleman.