BMKG Jelaskan Pemicu Gempa Aceh Dinihari Tadi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Titik lokasi gempa di Banda Aceh. Foto/twitter/bmkg

    Titik lokasi gempa di Banda Aceh. Foto/twitter/bmkg

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Aceh, Sabtu dinihari 14 November 2020, berasal dari aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault).

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengungkapkannya lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Sabtu pagi ini. Dalam keterangan itu pula disampaikan hasil pemutakhiran data bahwa kekuatan gempa darat itu sebesar 5,2 Magnitudo. Pun dengan lokasi episentrumnya.

    "Sumber gempa tepatnya pada jarak 28 kilometer arah timur laut Kota Banda Aceh,” katanya tentang gempa yang terjadi pada pukul 01.33 WIB itu.

    Seperti telah dituturkan dalam situs web BMKG maupun akun resminya di media sosial, dampak gempa berupa guncangan yang dirasakan di daerah Banda Aceh dengan skala intensitas IV MMI. Belum diketahui apakah ada dampak kerusakan yang ditimbulkan tapi yang jelas tidak terjadi tsunami. 

    Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, hingga pukul 01.41 WIB tercatat ada gempa susulan. Selang 11 menit dari gempa awal, muncul lagi gempa bermagnitudo 3,1. Kemudian, 10 menit setelah itu, ada lagi gempa bermagnitudo 2,1.

    Baca juga:
    Gempa, BMKG Minta Masyarakat Waspadai Sesar Aktif Segmen Aceh

    BMKG meminta masyarakat tetap tenang. Warga setempat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memastikan tempat tinggalnya aman.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.