Sampah APD Menumpuk di Teluk Jakarta, Bertambah 0,13 Ton per Hari

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas Alat Pellindung Diri (APD) terdapat di samping pemakaman Covid-19 di area belakang TPU Pasir Putih, Sawangan, Depok, Rabu, 16 September 2020. Pemerintah Kota Depok menyediakan tiga lahan TPU untuk pemakaman Covid-19, yakni TPU Bedahan, TPU Pasir Putih serta TPU Kalimulya 3. Tempo/Nurdiansah

    Bekas Alat Pellindung Diri (APD) terdapat di samping pemakaman Covid-19 di area belakang TPU Pasir Putih, Sawangan, Depok, Rabu, 16 September 2020. Pemerintah Kota Depok menyediakan tiga lahan TPU untuk pemakaman Covid-19, yakni TPU Bedahan, TPU Pasir Putih serta TPU Kalimulya 3. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampah medis alat pelindung diri (APD) menumpuk bersama laju penimbunan sampah plastik di perairan Teluk Jakarta. Sampah APD seperti masker medis, sarung tangan, pakaian hazmat, pelindung wajah, dan jas hujan didapati menyumbang 15-16 persen, atau 0,13 ton per hari, dari total sampah yang dikumpulkan dari sebuah studi yang dilakukan di muara sungai di Jakarta, di Marunda dan Cilincing, Maret-April lalu.

    Sampah APD tersebut dinilai menambah beban pencemaran plastik di Teluk Jakarta selama ini. Studi mengukur secara keseluruhan, sampah plastik meningkat sebesar lima persen dibandingkan periode studi sebelum pandemi, yakni Maret-April 2016.

    Baca juga:
    Jenis Sampah Baru Ditemukan Masuk Teluk Jakarta: APD

    "Tidak menutup kemungkinan pula sampah APD tersebut menjadi tempat ‘penempelan’ mikroorganisme patogen dan bahan berbahaya bagi ekosistem perairan, serta melepas bahan aditif lainnya,” kata M. Reza Cordova, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Pusat Penelitian Oseanografi.

    Reza melakukan studi terbaru itu kolaboratif bersama Intan Suci Nurhati dan Marindah Yulia Iswari, sesama peneliti LIPI; serta Etty Riani, profesr di IPB University dan Nurhasanah dari Universitas Terbuka. Hasilnya, Reza menjelaskan, plastik mendominasi sampah di dua muara sungai itu sebanyak 46-57 persen dari total sampah yang ditemukan.

    Jumlah sampah secara umum meningkat sebesar lima persen, namun mengalami penurunan berat sebesar 23-28 persen, jika dibandingkan 2016 lalu. "Hal ini menguatkan indikasi perubahan komposisi sampah semasa pandemi, yaitu meningkatnya sampah berbahan plastik yang relatif lebih ringan," katanya melalui keterangan tertulis yang dibagikan LIPI, Kamis 31 Desember 2020.

    Melengkapi penjelasan Reza, Intan Suci Nurhati mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih berkepanjangan. Temuan dari riset yang mereka lakukan, menurutnya, mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan. “Menjaga kesehatan lingkungan, diri, dan keluarga sangat baik untuk dijadikan salah satu resolusi kita 2021,” kata Intan.

    Reza dkk mempublikasikan hasil studinya itu dalam jurnal Chemosphere volume 268 edisi April 2021. Dalam laporan berjudul “Unprecedented plastic-made personal protective equipment (PPE) debris in river outlets into Jakarta Bay during COVID-19 pandemic” itu mereka menjelaskan berhasil mengidentifikasi 7 tipe dan 19 kategori sampah yang menuju Teluk Jakarta.

    Baca juga:
    Kurangi Kebutuhan APD, Dosen UGM Kembangkan Bilik Swab

    Adapun dua lokasi studi, muara sungai di Marunda dan Cilincing, dianggap mewakili daerah aliran sungai yang dihuni total 4 juta jiwa di dua wilayah itu. Alirannya sebelum sampai muara juga melalui banyak kawasan permukiman di Jakarta dan Bekasi. Khusus di Cilincing dan Marunda, per 15 April lalu telah terkonfirmasi 214 kasus Covid-19.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H