Balok Kayu dan Hujan 107 mm Disebut Penyebab Banjir Bandang Gunung Mas

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat kondisi jalan pasca banjir bandang yang melanda Kampung Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 19 Januari 2021. Dalam sejumlah video yang beredar luas, nampak banjir bandang membawa material air bercampur lumpur dan ranting pohon mengalir deras di kawasan agrowisata itu. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Warga melihat kondisi jalan pasca banjir bandang yang melanda Kampung Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 19 Januari 2021. Dalam sejumlah video yang beredar luas, nampak banjir bandang membawa material air bercampur lumpur dan ranting pohon mengalir deras di kawasan agrowisata itu. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Cisarua - Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menyebut banjir bandang, Selasa 19 Januari 2021, karena aliran sungai terbendung di sebuah air terjun oleh balok kayu. Bendung lalu jebol setelah intensitas hujan beberapa hari di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu terbilang tinggi.

    BMKG, kata Iwan, mencatat curah hujan di wilayah Gunung Mas pada Selasa pagi berstatus sangat lebat dengan curah hujan 107,5 mm per hari. "Karena intensitas air (hujan) yang cukup tinggi, dan ada balok yang menahan air, jadinya air bah (banjir bandang)," katanya saat meninjau lokasi banjir, Selasa 19 Januari 2021.

    Iwan menepis faktor penebangan liar di kawasan yang bestatus hutan lindung tersebut sebagai penyebab banjir bandang. "Kalau lihat dari wilayah di sini, sangat steril dari penebangan liar atau bangunan tidak ada," katanya.

    Pemerintah Kabupaten Bogor kini meminta Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mengkaji potensi pergeseran tanah atau tanah bergerak di Kompleks Gunung Mas di kawasan Puncak, Cisarua, usai banjir bandang itu. Sementara menunggu kajian itu, warga setempat diminta pula untuk sementara waktu mengungsi.

    Menurutnya, jika BIG menyatakan bahwa kawasan tersebut berpotensi tinggi terjadinya pergeseran tanah, Pemkab Bogor akan memunculkan opsi relokasi. "Area ini cukup berbahaya karena daerahnya turunan," kata Iwan menambahkan.

    Iwan menyebutkan melarang para korban banjir bandang pulang karena mencemaskan akan terjadi banjir bandang susulan, selain juga soal ancaman tanah bergerak pasca banjir. Warga terpaksa dimintanya mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman untuk sementara waktu.

    Baca juga:
    Anak Gunung Sunda, Akankah Gunung Manglayang Meletus?

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sebanyak 134 keluarga (KK) dengan 474 jiwa harus mengungsi. Banjir bandang yang terjadi akibat meluapnya aliran anak Sungai Ciliwung yang melewati perkebunan teh PTPN VIII itu merusak beberapa rumah warga dan menutup beberapa akses jalan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.