Ditutup 4 Bulan, Pendakian Gunung Semeru Dipertimbangkan Dibuka Kembali

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar terlihat dari Desa Oro Oro Ombo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu, 17 Januari 2021. Gunung Semeru kembali erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer pada 16 Januari dan warga di sekitar gunung tersebut  diiimbau agar waspada akan potensi bencana yang ditimbulkan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar terlihat dari Desa Oro Oro Ombo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu, 17 Januari 2021. Gunung Semeru kembali erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer pada 16 Januari dan warga di sekitar gunung tersebut diiimbau agar waspada akan potensi bencana yang ditimbulkan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Lumajang - Pelaksana tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS), Agus Budi Santosa, mengatakan survei kelayakan pembukaan pendakian Gunung Semeru digelar akhir Maret 2021. Gunung api dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu akan dibuka pada April mendatang jika hasil evaluasinya layak.

    Agus mengatakan pendakian Gunung Semeru biasanya dibuka pada awal April setiap tahunnya. Karena, kata dia, sebelum April, kawasan Gunung Semeru sering terjadi badai berupa angin kencang dan hujan deras. "Badai ini bisa membahayakan kegiatan pendakian," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 15 Maret 2021. 

    Rencananya, TN BTS akan melakukan survei ke lapangan pada 31 Maret ini. Dari hasil evaluasi tersebut, kemudian akan dinilai pendakian Semeru layak dibuka di atau tidak.

    Agus mengatakan, penutupan pendakian Semeru saat ini adalah untuk tujuan pemulihan ekosistem. "Setelah beberapa waktu rumputnya diinjak-injak, biarlah sekarang pemulihan dulu," kata Agus.

    Masa pemulihan ekosistem itu berlaku selama tiga bulan sejak Januari 2021 lalu. "Sementara penutupan pendakian Semeru sudah berlaku sejak November 2020. Karena waktu itu menyikapi aktivitas kegunungapian," ujarnya.

    Sementara itu, status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih tetap di level II (waspada). Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi yang salah satu poinnya tentang imbauan untuk masyarakat, pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

    Baca juga:
    Gunung Semeru Erupsi 57 Kali dan Masih Berasap

    Mereka juga diminta menjauhi jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara- selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. "Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perkiraan Ukuran Tubuh Megalodon, Pemangsa Zaman Purba

    Setelah berbagai macam penelitian yang dilakukan para ahli, akhirnya mereka bisa menyimpulkan perkiraan ukuran tubuh Megalodon, sang hiu purba.