Produksi iPhone Dikabarkan Ikut Terdampak Krisis Chip Global

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi iPhone 12, smartphone dari Apple. (Antaranews)

    Ilustrasi iPhone 12, smartphone dari Apple. (Antaranews)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah laporan baru mengungkap kalau pabrik Apple, Foxconn, menjelaskan pengiriman perangkat iPhone mungkin akan turun 10 persen. Hal itu disebabkan karena kekurangan pasokan chip karena krisis yang sedang berlangsung global.

    CEO Foxconn Yang-wei Liu tidak menanggapi kabar tersebut. Dia hanya menjelaskan pasokan chip masih tersedia. “Kami optimistis dengan sisa pasokan tahun ini,” ujar dia seperti dikutip Gizmochina, Rabu 31 Maret 2021.

    Saat ini, iPhone 12 menjadi ponsel Apple yang paling populer dan diminati. Popularitasnya bahkan sampai menempatkan Apple menjadi salah satu merek ponsel teratas di dunia saat ini.

    Seperti diketahui, Foxconn bertanggung jawab merakit model iPhone untuk Apple. Perusahaan asal Taiwan itu merupakan klien terbesar bagi raksasa teknologi yang berkantor pusat di Cupertino, Amerika Serikat itu.

    Kabarnya, perusahaan telah menyatakan memiliki dampak terbatas dari pesanan chip yang diterima sejak lama. Foxconn memperkirakan kekurangan akan berlanjut hingga kuartal kedua 2022.

    Sumber daya Apple kemungkinan lebih baik daripada perusahaan lain yang terganggu oleh krisis chip saat ini. Tapi, perusahaan besutan Tim Cook itu juga mungkin akan menghadapi masalah jika masalah pasokan chip ini terus berlanjut. 

    Baca juga:
    5 Hal Seputar Krisis Chip Dunia, Pandemi Bukan Satu-satunya Penyebab

    Dalam berita terkait, pemasok Apple, Wistron, telah melanjutkan produksi iPhone di pabriknya yang berlokasi di India. Beberapa bulan lalu, perusahaan itu menjalani masa percobaan  oleh pembuat iPhone, setelah konflik buruh melanda fasilitasnya di India . 

    GIZMOCHINA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.