Pengembang Game Call of Duty Raih Rp 144,9 Triliun pada 2020

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video game Call of Duty: Warzone. Callofduty.com

    Video game Call of Duty: Warzone. Callofduty.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Studio pengembang aplikasi game mobile populer Honor of Kings dan Call of Duty Mobile, Timi Studios, telah menghasilkan pendapatan senilai US$ 10 miliar (Rp 144,9 triliun). Menurut dua sumber orang dalam, nilai itu membuat Timi Studio menjadi pengembang terbesar di dunia.

    Baca:
    Game Super Mario Bros Ini Laku Dilelang Rp 9,6 Miliar, Ciptakan Rekor Baru

    Dikutip dari Gizmochina, meskipun dikenal dengan IP berbasis mobile, studio besutan Tencent itu tampaknya juga berencana mengambil studio video game besar judul AAA untuk PC, bahkan game konsol. Judul-judul ini menyiratkan investasi yang besar untuk membuat game PC, PlayStation, dan Xbox. 

    Bulan lalu, perusahaan bahkan mengunggah pemberitahuan perekrutan, yang menuliskan bahwa perusahaan sedang berusaha membuat game AAA baru. Game itu akan menyerupai komunitas virtual dari film 'Ready Player One'.

    Judul ini akan bersaing langsung dengan studio mapan lainnya dari wilayah seperti Jepang, Korea Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat. Selain itu, Tencent juga membangun lokasi studio di luar Cina, termasuk satu untuk Timi, dan satu lagi untuk Lightspeed dan Quantum serta ada juga di Los Angeles, Amerika. 

    Tujuan dari studio baru ini adalah untuk membuat konten dengan kekayaan intelektual asli yang akan memiliki daya tarik global. Dalam istilah yang lebih sederhana, situs baru akan fokus pada pembuatan judul game baru dan asli yang akan menarik pasar massal di seluruh dunia.

    Ini sejalan dengan rencana Tencent untuk menghasilkan setengah dari pendapatannya dari luar negeri, dari 23 persen pada kuartal keempat 2019. Kabarnya, Timi Studios menyumbang 40 persen dari pendapatan game raksasa teknologi Cina itu.

    REUTERS | GIZMOCHINA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.