Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Klaster Covid-19 Pesantren Klaten, Mutasi E484K

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang salah satu pondok pesantren yang berada di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kompensasi Terusan Suez, J-10 vs F-2, Mi Mix Fold

    Berita terpopuler selanjutnya tentang Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama menegaskan bahwa E484K merupakan mutasi baru, dan bukan varian baru, pada virus corona Covid-19. Mutasi E484K ini diakui mengkhawatirkan karena diduga berdampak kepada respons sistem imun tubuh dan karenanya mungkin mempengaruhi efek vaksin.

    Selain itu, akses pendakian Gunung Gede Pangrango di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, telah dibuka kembali setelah tiga bulan tutup karena cuaca ekstrem. Pandemi belum berakhir sehingga pembukaan kembali dilakukan masih secara terbatas untuk jumlah pendaki disertai penerapan protokol kesehatan.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Pesantren di Klaten Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Salah satu pondok pesantren yang berada di Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

    "Dari pondok pesantren ini totalnya ada 14 santri yang positif," kata Ketua Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kecamatan Ceper Supriyono di Klaten, Selasa, 6 April 2021.

    Ia mengatakan klaster tersebut berawal dari adanya seorang santri yang mengaku kehilangan daya penciuman dan perasa. Selanjutnya santri tersebut diminta untuk melakukan tes usap. "Dari swab tes ini hasilnya positif," katanya.

    Sebagai tindak lanjut, pihaknya melakukan penelusuran kontak erat di lingkungan pondok pesantren.
    "Akhirnya di-tracing satu kelas dan satu asrama ada sembilan santri yang positif. Kemudian di luar asrama ada lima, jadi ada 14 santri positif," katanya.

    2. Masuk Variant of Concern WHO, Ini Bahaya Mutasi E484K Virus Covid-19

    ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama menegaskan bahwa E484K merupakan mutasi baru, dan bukan varian baru, pada virus corona Covid-19. Mutasi E484K ini diakui mengkhawatirkan karena diduga berdampak kepada respons sistem imun tubuh dan karenanya mungkin mempengaruhi efek vaksin.

    Profesor yang adalah mantan Direktur Penyakit Menular di WHO Asia Tenggara itu menjelaskan E484K sudah ada dalam variant of concern WHO per 1 April 2021. Sedang Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah lebih dulu melakukannya per 24 Maret 2021.

    "Mutasi E484K ini oleh sebagian pakar disebut sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan dan merupakan sebuah peringatan," kata Tjandra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 6 April 2021.

    3. Pendakian Gunung Gede Pangrango Telah Dibuka Kembali

    Wisatawan lokal melewati Jembatan Rawa Gayonggong jalur pendakian menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Jawa Barat, Sabtu, 15 Desember 2012. TEMPO/Subekti.

    Akses pendakian Gunung Gede Pangrango di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, telah dibuka kembali setelah tiga bulan tutup karena cuaca ekstrem. Pandemi belum berakhir sehingga pembukaan kembali dilakukan masih secara terbatas untuk jumlah pendaki disertai penerapan protokol kesehatan.

    "Pendakian ke Gunung Gede Pangrango sudah dibuka kembali sejak Senin," kata juru bicara Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Poppy Oktadiani, Selasa 6 April 2021.

    Dia menjelaskan pendakian Gunung Gede-Pangrango mulai dibuka berdasarkan Surat Edaran Nomor 112/EBTNGP/Tek.2/2/2021 dan berdasarkan prakiraan cuaca yang diterbitkan Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG di Citeko Bogor. Cuaca dianggap sudah tidak ekstrem seperti beberapa waktu lalu, namun jumlah pendaki masih dibatasi 300 orang atau 25 persen dari kuota normal per hari. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.