Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Vaksin AstraZeneca, Istri Ridwan Kamil Terpapar

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menunjukan vial vaksin COVID-19 AstraZeneca dosis pertama untuk prajurit TNI AU di Perawatan Umum Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 1 April 2021. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas kesehatan menunjukan vial vaksin COVID-19 AstraZeneca dosis pertama untuk prajurit TNI AU di Perawatan Umum Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 1 April 2021. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang kasus penggumpalan darah yang langka dan fatal di antara penerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca bertambah di dunia. Satu kasus terbaru di antara para penerima vaksin AstraZeneca itu dilaporkan terjadi di Australia pada Jumat 16 April 2021.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya, mengaku positif Covid-19, padahal ia telah dua kali menerima suntikan vaksin Covid-19. Tim riset uji klinis vaksin Sinovac dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) menilai kasus seperti itu wajar terjadi.

    Selain itu, tim peneliti dari University of South Australia (UniSA) pada Jumat, 16 April 2021, mengumumkan pihaknya telah menciptakan sebuah perangkat murah dan berkelanjutan (sustainable) untuk menghasilkan air minum bagi miliaran orang.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno:

    1. Kasus Penggumpalan Darah Bertambah, Vaksin AstraZeneca di Indonesia Jalan Terus

    Petugas kesehatan menunjukan vial vaksin COVID-19 AstraZeneca dosis pertama untuk prajurit TNI AU di Perawatan Umum Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 1 April 2021. TEMPO/Prima Mulia

    Kasus penggumpalan darah yang langka dan fatal di antara penerima vaksin Covid-19 yang dikembangkan AstraZeneca bertambah di dunia. Satu kasus terbaru di antara para penerima vaksin AstraZeneca itu dilaporkan terjadi di Australia pada Jumat 16 April 2021.

    Di negara itu, yang telah membagikan 885 ribu dosis vaksin AstraZeneca, telah tercatat seluruhnya tiga kasus penggumpalan darah. Seperti yang juga dilaporkan di beberapa negara lain yang mengalaminya, belum jelas hubungan sebab akibat kasus tersebut dengan inokulasi vaksin.

    Pemerintah Australia, lewat pernyataan pada Sabtu ini, 17 April 2021, mengungkapkan telah dan tetap akan membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca. Pembatasan penggunaan untuk kalangan usia kurang dari 50 tahun dilakukan sambil menunggu kajian para ilmuwan.

    2. Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19 Setelah Vaksinasi 2 Kali, Tim Riset: Wajar

    Ketua Dekranasda Jawa Barat Atalia Praratya Kamil membuka Gelar Produk Ekonomi Kreatif (Gekraf) 2021 di area Gedung Dekranasda Jabar, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jumat (9/4/2021). (Foto: Pipin/Biro Adpim Jabar)

    Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya, mengaku positif Covid-19, padahal ia telah dua kali menerima suntikan vaksin Covid-19. Tim riset uji klinis vaksin Sinovac dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) menilai kasus seperti itu wajar terjadi.

    Manajer tim riset Eddy Fadlyana mengatakan kejadian Atalia di luar lingkup penelitian. Dia pun bukan termasuk subyek penelitian dalam riset. “Vaksinnya itu sudah di komunitas bukan vaksin untuk penelitian lagi,” katanya yang dihubungi Ahad, 18 April 2021.

    Namun berdasarkan hasil penelitian di Bandung, sejauh ini tingkat efikasi vaksin Sinovac, yaitu 65,3 persen. “Walaupun sudah 1-2 kali suntik vaksin masih ada kemungkinan terpapar,” ujar Eddy. Berdasarkan hasil riset, relawan yang terpapar setelah dua kali mendapat suntikan vaksin disebutnya hanya sakit ringan.

    3. Temuan Peneliti Australia Ini Ubah Air Laut Jadi Air Minum Sangat Efisien

    Tim peneliti dari University of South Australia (UniSA) menciptakan perangkat murah dan berkelanjutan (sustainable) untuk menghasilkan air minum bagi miliaran orang. Kredit: University of South Australia

    Tim peneliti dari University of South Australia (UniSA) pada Jumat, 16 April 2021, mengumumkan pihaknya telah menciptakan sebuah perangkat murah dan berkelanjutan (sustainable) untuk menghasilkan air minum bagi miliaran orang.

    Haolan Xu, kepala tim penelitian itu, menuturkan bahwa perangkat struktur fototermal tersebut dapat menghasilkan air tawar dari air laut, air payau, atau air yang terkontaminasi melalui proses penguapan yang sangat efisien menggunakan sinar matahari.

    Dikatakan Xu, perangkat itu dapat menghasilkan jumlah air minum yang mencukupi untuk kebutuhan satu keluarga beranggota empat orang selama sehari dari sumber air seluas 1 meter persegi. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Siklon Tropis Surigae, Porang, Bukit Algoritma


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.