Berita Terkini Siklon Tropis Surigae: Dampak Cuaca Ekstrem Tersisa di Laut

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ombak menghantam pantai saat terjadinya Topan Super Surigae yang bergerak mendekati Filipina di provinsi Catbalogan, Samar, Filipina 18 April 2021. DJ RJ RENE CASTINO via REUTERS

    Ombak menghantam pantai saat terjadinya Topan Super Surigae yang bergerak mendekati Filipina di provinsi Catbalogan, Samar, Filipina 18 April 2021. DJ RJ RENE CASTINO via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Taifun Surigae terpantau masih bertahan di wilayah perairan timur Filipina hingga Selasa pagi tadi, 20 April 2021. Sekalipun tak lagi supertaifun, badai yang tumbuh dari siklon tropis di Samudera Pasifik utara Papua itu disebutkan masih dalam ketegori 'Sangat Kuat' dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 95 knot (176 km/jam).

    "Hingga 24 April, Taifun Surigae diprediksi masih bertahan di wilayah perairan Samudera Pasifik Barat sebelah timur Filipina dengan intensitas semakin lemah," bunyi keterangan tertulis yang dibagikan Deputi Bidang Meteorologi di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto, Selasa ini.

    Dengan posisi itu, Surigae diprediksi masih akan memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca dan gelombang laut di wilayah Indonesia. Hingga Rabu pagi besok, BMKG memperingatkan, potensi hujan dengan intensitas Sedang-Lebat disertai petir serta angin kencang ada di wilayah Laut Sulu dan dan Laut Sulawesi. "Dengan dampak hujan di wilayah daratan tidak signifikan," kata Guswanto.

    Untuk gelombang laut, tinggi 2,5-4,0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Kepulauan Talaud dan Samudera Pasifik utara Halmahera. "Masyarakat agar membatasi melakukan pelayaran di wilayah perairan Papua bagian utara, Maluku Utara, dan Sulawesi Utara," bunyi satu di antara imbauan BMKG.

    Sedang untuk sepekan ke depan, BMKG memprediksi potensi hujan intensitas Sedang-Lebat dapat terjadi di beberapa wilayah lainnya yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

    "BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan Siklon Tropis Surigae dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstremnya," kata Guswanto.

    Baca juga:
    Bencana Siklon Tropis Seroja Ciptakan Danau Baru di NTT, Ini Kata Ahli Geologi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.