Israel Kembangkan Teknologi Produksi Oksigen dari Tanah Bulan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto simulasi berikut menunjukkan wahana antariksa Chang'e-5 meluncur dari permukaan Bulan. Wahana antariksa China yang membawa sampel Bulan pertama negara itu lepas landas dari Bulan pada Kamis (3/12) malam, demikian diumumkan Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA). Ini merupakan wahana antariksa pertama milik China yang lepas landas dari objek luar angkasa. (Xinhua/CNSA

    Foto simulasi berikut menunjukkan wahana antariksa Chang'e-5 meluncur dari permukaan Bulan. Wahana antariksa China yang membawa sampel Bulan pertama negara itu lepas landas dari Bulan pada Kamis (3/12) malam, demikian diumumkan Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA). Ini merupakan wahana antariksa pertama milik China yang lepas landas dari objek luar angkasa. (Xinhua/CNSA

    TEMPO.CO, Yerusalem - Sebuah startup Israel, Helios, berhasil mengembangkan teknologi baru untuk memproduksi oksigen dari tanah Bulan, demikian disampaikan Badan Antariksa Israel (ISA) yang dinaungi Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Israel pada Selasa, 20 April 2021.

    "Teknologi baru ini dapat membuka jalan untuk mendirikan permukiman permanen bagi manusia di Bulan, yang bertahan hidup dari tanahnya," kata ISA.

    Ini juga akan memungkinkan pelaksanaan misi deep-space, seperti misi berawak ke Mars, tambahnya.

    Teknologi baru ini mengatasi masalah besarnya biaya untuk membawa oksigen dari Bumi, sementara sekitar 45 persen massa tanah Bulan terbuat dari oksigen.

    Menurut perusahaan tersebut, biaya pengangkutan satu kilogram oksigen dari Bumi ke Bulan melebihi US$ 100.000 (Rp 1,45 miliar).

    Oksigen diperlukan untuk pernapasan astronot dan terutama untuk pergerakan pesawat luar angkasa dan roket di luar angkasa karena oksigen diperlukan untuk proses pembakaran.

    Teknologi baru yang dikembangkan oleh Helios dengan dukungan ISA ini dimaksudkan untuk menghasilkan oksigen dan berbagai jenis logam menggunakan reaktor yang diisi dengan pasir Bulan.

    Proses pemisahan didasarkan pada elektrolisis, yaitu dekomposisi oksida yang difasilitasi arus listrik.

    Pertama, regolit dilebur pada suhu 1.600 derajat Celsius, sebelum arus listrik dialirkan melalui lava, melepaskan oksigen yang menggelegak.

    Produk sampingan yang dihasilkan dalam proses ini, seperti besi, silikon, dan aluminium, juga dapat digunakan untuk permukiman manusia di Bulan. Sistem baru ini rencananya akan diikutsertakan dalam dua misi luar angkasa selama tiga tahun ke depan, menurut ISA.

    XINHUA | ANTARA

    Baca:
    Ini Sebab Singapura Bergerak Cari Kapal Selam KRI Nanggala


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.