Varian Baru Covid-19 di Inggris 45 Persen Lebih Menular Dibanding Aslinya

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Yerusalem - Tim peneliti Israel menemukan bahwa varian baru Covid-19 yang terdeteksi di Inggris dan sejumlah negara lainnya 45 persen lebih menular dibanding virus aslinya, demikian disampaikan Universitas Tel Aviv (TAU) di Israel pada Selasa, 20 April 2021.

    Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Cell Reports Medicine itu para peneliti TAU membandingkan angka reproduksi, atau angka R, dari virus Covid-19 asli dengan angka R dari variannya, yang disebut B.1.1.7. Mereka menemukan bahwa varian tersebut hampir 1,5 kali lebih menular.

    Jika angka R, indikator yang digunakan untuk menentukan seberapa cepat Covid-19 menyebar, lebih besar dari 1, itu berarti jumlah pasien bertambah dengan laju yang terus meningkat dan semakin tinggi dari waktu ke waktu.

    Para peneliti mendasarkan studi mereka pada data dari sekitar 300.000 tes PCR Covid-19 yang didapatkan dari sebuah laboratorium pengujian, menurut studi tersebut.

    Pada 24 Desember 2020, ditemukan bahwa hanya 5 persen dari hasil tes Covid-19 yang positif di Israel berkaitan dengan varian B.1.1.7, tetapi persentase tersebut melonjak tajam hingga 90 persen hanya enam pekan setelahnya, dan kini telah mencapai 99,5 persen.

    XINHUA | ANTARA

    Baca:
    Ini Sebab Singapura Bergerak Cari Kapal Selam KRI Nanggala


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.