Mahasiswa UI Rancang Aplikasi untuk PLTS, Juara Lomba Inovasi Energi Terbarukan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sistem aplikasi SMART (Solar Mechanical Adjustable Ray Tracker) untuk PLTS rancangan Tim Albatros Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Aplikasi ini terpilih sebagai juara pertama Inovasi Terbaik dalam Astra Green Energy Student Innovation (AGEnSI) 2021. Dok. Humas UI

    Sistem aplikasi SMART (Solar Mechanical Adjustable Ray Tracker) untuk PLTS rancangan Tim Albatros Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Aplikasi ini terpilih sebagai juara pertama Inovasi Terbaik dalam Astra Green Energy Student Innovation (AGEnSI) 2021. Dok. Humas UI

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim mahasiswa Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), meraih juara pertama Inovasi Terbaik dalam Astra Green Energy Student Innovation (AGEnSI) 2021. Ajang lomba inovasi energi bersih tingkat nasional yang diselenggarakan PT Astra International Tbk dan Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia ini mengangkat tema Inovasi Efisiensi Energi pada Sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk Rural dan Urban Electrification.

    Ketiga mahasiswa tergabung dalam Tim Albatros. Mereka adalah Juan Khosashi, Angelina Grace, dan Evan Fadhil Nurhakim, seluruhnya angkatan 2019, yang mendapat bimbingan dari dosen Program Studi Teknik Bioproses FTUI,  Kenny Lischer. Albatros bersaing dengan 194 tim lain dalam kompetisi yang dihelat daring sejak tahap pertama berupa pengumpulkan abstrak inovasi 29 Maret – 25 April 2021. 

    Albatros lolos tahap seleksi abstrak itu untuk kemudian diminta menyusun makalah guna menjelaskan lebih detail tentang inovasi yang didaftarkan dan terus lolos hingga ke tahap akhir. Di tahap ini hanya 10 tim yang terpilih. Mereka mengikuti Green Energy Camp, pembuatan video prototipe, dan presentasi final.

    Pengumuman pemenang dilakukan bersamaan dengan acara Ajang Lingkungan Astra 2021 pada 18 Juni 2021 dimana Tim Albatros FTUI terpilih sebagai Juara 1 Inovasi Terbaik. “Ajang AGEnSI merupakan lomba inovasi energi bersih pertama yang diikuti oleh tim kami," ujar Juan Khosashi melalui keterangan tertulis, Jumat 16 Juli 2021. 

    Menurut Juan, tidak seperti lomba paper pada umumnya, setiap tahun Astra menawarkan kesempatan kepada para pemenang AGEnSI untuk merealisasikan ide dan mengimplementasikannya pada lokasi yang telah ditentukan. Ini, kata Juan, merupakan pengalaman baru bagi semua anggota tim. "Karena kami tidak hanya menawarkan ide, melainkan juga harus memikirkan mulai dari perancangan alat hingga memperkirakan performa dari alat yang kami rancang,” katanya. 

    Tim Albatros FTUI merancang sistem aplikasi SMART (Solar Mechanical Adjustable Ray Tracker) untuk pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS. Perannya menggantikan solar tracker berbasis sistem elektrik dengan alternatif yang mempunyai biaya lebih ekonomis. Sistem ini juga menawarkan biaya pemeliharaan yang lebih rendah berkat desainnya yang ergonomis. SMART merupakan sistem piston yang dapat mengarahkan panel surya ke arah sinar matahari tanpa menggunakan listrik.  

    “Inovasi SMART memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh cahaya matahari untuk mengekspansi fluida yang terdapat dalam piston untuk menciptakan kemiringan tertentu pada panel surya," ujar Evan menuturkan.

    Mekanisme tersebut didukung oleh alat penyerap panas yang merupakan suatu batangan logam dengan konduktivitas yang tinggi dan dilapisi dengan material gelap. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk berotasi pada dua sumbu dan mampu bekerja secara pasif sehingga dapat meningkatkan efisiensi dari penggunaan panel surya.

    Anggota Tim Albatros Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang merancang sistem aplikasi SMART (Solar Mechanical Adjustable Ray Tracker) untuk PLTS. Mereka terpilih sebagai juara pertama Inovasi Terbaik dalam Astra Green Energy Student Innovation (AGEnSI) 2021. Dok. Humas UI

    Angel menambahkan, studi kasus aplikasi SMART adalah daerah PLTS Kupang. "Banyak sekali pengalaman baru yang kami dapat, mulai dari membuat animasi 3D, simulasi numerik, membuat rancangan anggaran, hingga membuat video overview dari alat kami," katanya.

    Sang dosen, Kenny Lischer, menilai ide inovasi yang diajukan Angle dkk sederhana tapi sangat solutif. "Dan penyampaian yang baik membuat pesan pembangkit listrik tenaga cahaya yang lebih murah, inovatif, dan stabil ini tersampaikan,” kata dia. 

    Saat ini, ketiga mahasiswa tersebut sedang menyusun rencana untuk pengembangan produk prototipe. Mereka berharap bahwa ide yang telah diusung tersebut tak berhenti sampai di tingkat gagasan saja, namun bisa membuahkan produk nyata guna membantu pengembangan efisiensi energi bersih yang lebih luas di Indonesia. 

    Baca juga:
    Mahasiswa UMM Juara Kompetisi Sains Internasional Bermodal Arus Laut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...