Aplikasi Layanan Kesehatan Mahasiswa Indonesia di Taiwan Juara Kompetisi Global

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim mahasiswa Indonesia yang menjuarai Kompetisi Layanan Inovasi Digital Global (GDSIC) 2021 di Taiwan. Kredit: ANTARA/Istimewa

    Tim mahasiswa Indonesia yang menjuarai Kompetisi Layanan Inovasi Digital Global (GDSIC) 2021 di Taiwan. Kredit: ANTARA/Istimewa

    TEMPO.CO, Beijing - Aplikasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan oleh sekelompok mahasiswa dari Indonesia berhasil menjuarai Kompetisi Layanan Inovasi Digital Global (GDSIC) 2021.

    Dalam kompetisi tersebut para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU), yakni Albert Christian, Ardi, Steven, Felix, dan Irfandi mengusung aplikasi bernama Finic.

    "Aplikasi ini menawarkan layanan satu atap untuk layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan gejala penyakit pengguna, pencarian klinik berdasarkan gejala dan lokasi pengguna," kata Albert dalam keterangan tertulisnya kepada ANTARA di Beijing, Senin, 19 Juli 2021.

    Pemesanan janji bertemu dokter secara daring, penelusuran riwayat kesehatan, dan fitur darurat seperti panic button juga ada dalam aplikasi yang bisa diunduh melalui platform obrolan LINE itu.

    ADVERTISEMENT

    Dalam kompetisi yang disponsori oleh LINE tersebut, tim Indonesia berhasil mengalahkan para peserta dari Rusia, India, Vietnam, Hong Kong, dan Haiti.

    Beberapa perguruan tinggi di Taiwan, seperti National Taiwan Unversity, National Taiwan University of Science and Technology, National Taiwan Normal University, National Tsing Hua University, National Chengchi University, National Central University, dan NYCU selaku tuan rumah.

    "Nama Finic kami ambil dari makhluk legenda kuno, yakni burung Phoenix, yang dikenal di seluruh dunia sebagai simbol kemakmuran dan keharmonisan karena kami ingin mempromosikan kemakmuran dan keharmonisan di dunia, mulai dari menganjurkan inklusivitas dan menghilangkan hambatan akses dalam industri perawatan kesehatan," kata Albert.

    Ide itu bermula dari pengalaman para pelajar Indonesia di Taiwan yang kesulitan menemukan layanan kesehatan yang baik dan dapat diandalkan.

    "Kami tidak menemukan aplikasi kesehatan yang memudahkan orang asing yang tinggal di Taiwan untuk mencari klinik ataupun layanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.

    ANTARA

    Baca:
    Varian Delta, Penularan Harian Covid-19 Kota Yogyakarta Naik 1.000 Persen Lebih


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.