Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Bahaya Permainkan Data Covid-19, Banjir Cina

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, memperingatkan bahayanya jika mempermainkan data jumlah infeksi Covid-19. Menurut dia, jika tidak menggunakan data terkini, bisa saja justru meningkatkan jumlah kasus Covid-19.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang rekaman mengerikan dari orang-orang yang terjebak di dalam gerbong kereta bawah tanah saat banjir naik di Zhengzhou, Provinsi Henan, viral di internet Cina, Selasa, 20 Juli 2021.

    Selain itu, hampir sebagian besar orang memiliki aplikasi pesan WhatsApp di smartphone. Kemudahan dalam penggunaannya menjadi salah satu alasan WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan yang banyak dipakai orang.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

    1. Kepala Eijkman Ingatkan Bahaya Permainan Data Kasus Covid-19

    Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, memperingatkan bahayanya jika mempermainkan data jumlah infeksi Covid-19. Menurut dia, jika tidak menggunakan data terkini, bisa saja justru meningkatkan jumlah kasus Covid-19.

    Artinya, Amin memberikan contoh, misalnya di suatu daerah dilaporkan jumlah kasusnya menurun, secara psikologis itu akan menyebabkan timbulnya rasa percaya diri bahwa kondisi membaik. Di sisi lain jumlah kasus yang sebenarnya lebih banyak dari yang dilaporkan.

    “Tentu sangat berbahaya. Karena dianggap sudah terkendali, padahal belum tentu, kewaspadaan masyarakat kendur,” ujar dia saat dihubungi, Kamis, 22 Juli 2021.

    Amin yang Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu meminta masyarakat tidak kendur dalam menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas). Sementara pemerintah tetap fokus dengan 3T (testing, tracing, dan treatmen). “Bagaimanapun kondisinya, sampai benar-benar kasus mereda.”

    2. Banjir Cina Mencekam: Penumpang Terjebak di Gerbong Kereta yang Terendam

    Rekaman mengerikan dari orang-orang yang terjebak di dalam gerbong kereta bawah tanah saat banjir naik di Zhengzhou, Provinsi Henan, viral di internet Cina, Selasa, 20 Juli 2021.

    “Mobil-mobil terombang-ambing di jalan-jalan yang banjir dan warga sipil berdiri dengan air cokelat setinggi pinggang, seperti yang di-posting ke Twitter dan WeChat,” sebagaimana dikutip supchina.com.

    Sedikitnya tiga orang tewas, media pemerintah melaporkan. Jumlah orang yang terjebak belum diketahui, tetapi sekitar 300 orang telah berhasil diselamatkan hari itu.

    Rekaman orang yang terjebak di kereta bawah tanah di-posting ke media sosial saat kehancuran terjadi. Misi penyelamatan menghadapi tantangan seluruh sistem kereta bawah tanah yang terpaksa ditutup.

    3. Ingin Membaca Pesan Whatsapp Tanpa Diketahui? Ikuti Langkah-Langkah Ini

    Hampir sebagian besar orang memiliki aplikasi pesan Whatsapp di smartphone. Kemudahan dalam penggunaannya menjadi salah satu alasan Whatsapp menjadi aplikasi perpesanan yang banyak dipakai orang.

    Namun tak jarang, terhubung WhatsApp selama 24 jam justru menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri bagi sebagian orang. Tetapi di lain sisi, menonaktifkan Whatsapp sepenuhnya juga bukan alternatif tepat karena untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu terdapat sesuatu hal penting terjadi dan diinformasikan via Whatsapp.

    Persoalan yang banyak dialami oleh sebagian orang ketika menerima pesan Whatsapp adalah mengenai bagaimana membalas pesan yang diterima secara baik dan matang sebelum dikirim tanpa harus diketahui bahwa pesan sudah dibaca. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Varian Delta Menginfeksi dalam 15 Detik, Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.