Cerita Siswa Pemenang Olimpiade Fisika, Satu Soal Tak Terjawab Bikin Down

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edward Humianto, siswa SMAK 1 BPK Penabus Jakarta, peraih medali perak Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) 2021 di Vilnius, Lithuania pada 17-25 Juli 2021. Kredit: Istimewa

    Edward Humianto, siswa SMAK 1 BPK Penabus Jakarta, peraih medali perak Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) 2021 di Vilnius, Lithuania pada 17-25 Juli 2021. Kredit: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia berhasil menyabet tiga medali perak Olimpiade Fisika Internasional atau IPhO 2021 yang digelar daring dari Vilnius, Lithuania, pada 17-25 Juli. Dua medali itu di antaranya disumbang Joseph Oliver dan Edward Humianto dari SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, setelah masing-masing merengkuh nilai 25,5 dan 24,5.

    Joseph dan Edward menjalani dua hari olimpiade itu, menyelesaikan tugas fisika eksperimen maupun teori, di SMAK BPK Penabur Bintaro Jaya. Setiap harinya mereka menghabiskan lima jam untuk waktu yang disediakan menyelesaikan tugas-tugas tersebut.

    Joseph mengaku langsung mengucap puji syukur kepada Tuhan begitu diumumkan mendapat medali perak. Ucapan terima kasih juga disebarnya kepada mereka yang dianggapnya telah mendukung persiapannya menghadapi olimpiade. “Termasuk ke sekolah, guru-guru, dan orang tua yang selalu men-support saya,” ujar Joseph saat dihubungi, Senin malam, 26 Juli 2021.

    Siswa kelahian Jakarta dan kini duduk di bangku kelas XII ini menuturkan, persiapannya juga diisi dengan berlatih secara khusus kepada para dosen dari tiga kampus sekaligus, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). “Mereka sudah berpengalaman melatih anak-anak Olimpiade Fisika,” katanya.

    Jika Joseph mengaku mulus saja menjalani dua hari olimpiade, lain soal dengan Edward. Pemegang medali emas Kompetisi Sains Nasional 2020 ini mengaku sempat down di hari pertama. Edward menilai hasil uji eksperimen kurang memuaskan.

    “Saya tidak bisa mendapat data apapun dari soal eksperimen pertama, sehingga mengosongkan jawaban hampir satu soal full dari dua soal,” katanya mengisahkan.

    Beruntungnya, Edward mampu menebus dengan mencatatkan hasil memuaskan di ujian teori pada hari kedua. Skor berhasil didorongnya hingga ke batas perolehan medali perak. “Saya sangat bersyukur,” katanya.

    Joseph dan Edward adalah dua dari lima siswa Indonesia peserta olimpiade tahun ini. Mereka sebelumnya disaring dari 30 peraih medali emas di Kompetisi Sains Nasional. Lima terpilih lalu ditempa dengan soal-soal tipe olimpiade.

    Joseph Oliver, siswa SMAK 1 BPK Penabur Jakarta peraih medali perak Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) 2021 di Vilnius, Lithuania pada 17-25 Juli 2021. Kredit: Istimewa

    “Tentunya membiasakan diri dengan soal seleksi pelatnas tidaklah mudah, saya harus berlatih mandiri di luar pelatihan selama rata-rata sekitar 6 jam atau lebih,” kata Edward, yang juga kelahiran Jakarta itu.

    Selain Joseph dan Edward, siswa Indonesia lainnya yang berlaga di Olimpiade Fisika Ipho 2021 adalah Mario Alvaro dari SMAK Penabur Gading Serpong yang juga meraih medali perak, Dean Hartono dari SMAK Penabur Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, yang menyumbang perunggu, dan M. Anin Nabail Azhiim dari MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur.

    Baca juga:
    Siswa Tersisa Dua Orang, SMP Negeri Ini Akhirnya Tutup

    CATATAN:

    Artikel ini telah diubah pada Selasa malam, 27 Juli 2021, Pukul 22.03 WIB, untuk mengoreksi keterangan asal sekolah satu siswa. Terima kasih. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.