Laptop untuk Siswa di Marketplace Dijual Rp 3 Jutaan

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara daring (online) memberikan banyak manfaat, misalnya meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi untuk para pesertadidik.

    Pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara daring (online) memberikan banyak manfaat, misalnya meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi untuk para pesertadidik.

    TEMPO.CO, Jakarta - Program pengadaan laptop untuk kebutuhan PAUD, SD, SMP, SMA, SLB dan SMK 2021 telah memicu perdebatan terkait spesifikasi dan harga. Spesifikasi yang dipersyaratkan dinilai tidak sesuai dengan harga laptop maksimal yang cukup tinggi, hingga Rp 10 juta.

    Pada tahun anggaran 2021, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan pemerintah daerah melakukan pengadaan laptop sejumlah 431.730 unit dengan anggaran Rp 3,7 triliun.

    Dari total kebutuhan, sebanyak 189.165 unit laptop diadakan melalui APBN 2021 senilai Rp 1,3 triliun, dan 242.565 laptop senilai Rp 2,4 triliun melalui DAK fisik pendidikan. Saat ini, telah dilakukan penandatanganan kontrak atas penggunaan produk dalam negeri senilai Rp 1,1 triliun.

    Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Kamis, 22 Juli 2021, mengatakan terdapat enam produsen laptop dalam negeri dengan nilai tingkat kandungan dalam negeri 25 persen dan telah dapat memenuhi kebutuhan pengadaan Kemendikbudristek dan Pemda pada tahun ini.

    Enam produsen itu adalah PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Tera Data Indonusa, PT Supertone, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan Acer Manufacturing Indonesia. Luhut mengungkapkan kesiapan produksi laptop dalam negeri ini adalah 351 ribu unit pada September 2021, dan total sebanyak 718.100 unit pada November 2021.

    Adapun spesifikasi minimal laptop yang ditentukan menurut Permendikbud Nomor 25 Tahun 2021 adalah:

    1. Tipe prosesor core: 2, frekuensi: > 1,1 GHz, Cache 1 M;
    2. Memori standar terpasang: 4 GB DDR4;
    3. Hard drive: 32 GB;
    4. USB port: dilengkapi dengan USB 3.0;
    5. Networking: WLAN adapter (IEEE 802.11ac/b/g/n);
    6. Tipe grafis: High Definition (HD) integrated;
    7. Audio: integrated;
    8. Monitor: 11 inchi LED;
    9. Daya/power: maksimum 50 watt;
    10. Operating system chrome OS;
    11. Device management: ready to activated chrome education upgrade (harus diaktivasi setelah penyedia ditetapkan menjadi pemenang);
    12. Masa garansi: 1 tahun.

    Dari penelusuran Tempo pada sebuah marketplace atau platform penjualan online, laptop untuk siswa dari merek Zyrex Sky yang ditawarkan dibanderol dengan harga sekitar Rp 3.550.000.

    Spesifikasi laptop yang ditampilkan penjual menyebutkan:

    Processor model: Intel® Celeron® Processor N3350 (1.10Ghz, 2MB L2)
    RAM: 4GB (tidak bisa di-upgrade)
    Hard drive capacity: SSD 2.5" 256GB
    Screen size: 14.0 FHD
    Graphics card model: Intel HD Graphics
    Feature: Front camera
    Wifi: Wireless 802.11b/g/n
    Bluetooth: Ya
    Display output: Mini HDMI
    Ports: 1 USB 2.0 dan 1 USB 3.0 dan 1 USB-Type C
    Storage: 2.5" SSD 256Gb
    Extra Micro SD Slot (hingga 128GB dengan MicroSD card)
    Operating System: OEM Microsoft WIN 10 HM Original
    Office Software: Pre-installed WP Office
    Battery: 5000mAh/7.4V, hingga 4-6 hours
    Power Adapter: 12V/2A
    Bahasa: Supports multi-languages

    Kecuali sistem operasinya yang masih Windows 10, dan belum Chrome OS, spesifikasi laptop yang ditawarkan penjual telah memenuhi, bahkan lebih tinggi dari yang dipersyaratkan Kemendikbud. Hard drive yang ditawarkan SSD dengan kapasitas 256 GB, jauh di atas persyaratan Kemendikbud 32 GB. Begitu juga ukuran layarnya, 14 inci, di atas persyaratan 11 inci.

    Sebelumnya Timothy Siddik, Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana,  telah meluncurkan kampanye #SiswaTOP (Satu Siswa Satu Laptop), yaitu suatu program kemudahan untuk siswa Indonesia memiliki laptop secara online pada Selasa, 19 Januari 2021.

    Saat itu Zyrex menawarkan produk laptop yang cocok untuk siswa dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 4,4 juta sudah bebas ongkir di seluruh Indonesia.

    Baca:
    Masalah Sistem Operasi Chrome Google di Laptop Merah Putih


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.