Mengapa saat Wisuda Tali Kucir Toga Dipindah dari Kiri ke Kanan?

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prosesi wisuda angkatan pertama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Aziziyah di Gedung Serbaguna Sabang Fair, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Ahad 14 Maret 2021. (FOTO ANTARA/HO-Humas STIS Al-Aziziyah)

    Prosesi wisuda angkatan pertama Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Aziziyah di Gedung Serbaguna Sabang Fair, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Ahad 14 Maret 2021. (FOTO ANTARA/HO-Humas STIS Al-Aziziyah)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu prosesi wisuda yang selalu dilakukan adalah memindahkan tali kucir toga yang dikenakan wisudawan dari kiri ke kanan. Apa maksud prosesi tersebut?

    "Itu simbolis," kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II, Slamet Widodo, seperti dikutip Tempo dari laman UM Metro, Jumat, 23 November 2018.

    Menurut dia, ketika berkuliah dan menjadi mahasiswa, otak kiri digunakan untuk berpikir. Sementara fungsi otak kiri adalah untuk kecerdasan manusia, berpikir kritis, dan berlogika. 

    Saat tali toga secara simbolis dipindahkan ke kanan, kata dia, ada perubahan besar yang terjadi. "Mahasiswa akan kembali ke masyarakat, serta menjadi bagian di dalamnya. Setiap ilmu yang diperoleh bukan hanya sebatas teori, namun praktik nyata," ujarnya.

    Dilansir dari laman News Unair, Minggu, 4 September 2020, otak kiri juga mengatur kecerdasan bahasa, sains, dan metematika. Sedangkan otak kanan lebih berhubungan dengan proses berpikir global, intuisi, kreativitas, musik, dan seni.

    Sebagai mahasiswa, otak kiri disinyalir lebih berperan. Lain halnya ketika sudah lulus di mana mantan mahasiswa akan dihadapkan dengan realita dunia dengan segala dinamika dan permasalahannya.

    AMELIA RAHIMA SARI

    Baca juga: 5 Poin Persiapan Penting Sebelum Wisuda Virtual


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.