Riset di Malaysia: Vaksin Sinovac Efektif, Pfizer dan AstraZeneca Lebih Baik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang menerima dosis vaksin Sinovac untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) di truk vaksinasi di Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Juli 2021. [REUTERS/Lim Huey Teng]

    Orang-orang menerima dosis vaksin Sinovac untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) di truk vaksinasi di Kuala Lumpur, Malaysia, 12 Juli 2021. [REUTERS/Lim Huey Teng]

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Riset di Malaysia mengukuhkan bukti vaksin Covid-19 Sinovac dari Cina efektif melindungi penerimanya dari gejala berat infeksi SARS-CoV-2 atau sakit parah. Namun, riset itu juga menyatakan kalau vaksin Pfizer/BioNTech dan AstraZeneca memberi tingkat perlindungan yang lebih tinggi lagi.

    Riset dilakukan di Malaysia setelah keampuhan vaksin Sinovac, produksi perusahaan farmasi Cina, mendapat sorotan. Gara-garanya, tenaga medis di Indonesia, juga Thailand, dilaporkan cukup banyak yang tertular infeksi virus corona Covid-19 walaupun mereka sudah disuntik vaksin tersebut.

    Riset tersebut menemukan bahwa hanya 0,011 persen dari sekitar 7,2 juta orang yang disuntik vaksin Sinovac yang masih memerlukan perawatan di unit pelayanan intensif (ICU) rumah sakit saat tertular Covid-19. Sebaliknya, jumlah penerima dosis Pfizer serta AstraZeneca yang dirawat di ICU karena infeksi Covid-19, masing-masing, sebesar 0,002 dan 0,001 persen.

    Penelitian dilaksanakan oleh Institute for Clinical Research bersama Gugus Tugas Nasional Penanganan Covid-19. "Vaksinasi, dengan vaksin buatan perusahaan farmasi manapun, telah mengurangi risiko orang dirawat di ICU sebesar 83 persen," kata Kalaiarasu Peariasamy, direktur institut itu, Kamis 23 September 2021.

    Selain itu, Kalaiarasu menambahkan, vaksinasi juga menurunkan risiko kematian sebesar 88 persen. Persentase ini ditemukan pada penelitian yang lebih kecil melibatkan 1,26 juta orang.

    Sementara pada orang-orang yang sudah divaksin dengan dosis penuh, persentase mereka untuk dirawat di ICU menciut menjadi 0,0066 persen. Tingkat kematiannya 0,01 persen, itupun sebagian besar adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun atau yang memiliki penyakit bawaan.

    Malaysia sejauh ini telah memvaksinasi secara penuh 58,7 persen dari 32 juta penduduknya, dan memberikan sedikitnya satu dosis vaksin Covid-19 kepada 68,8 persen penduduk.

    Sumber: Reuters

    Baca juga:
    Dari 6 Jadi 1.500 per Hari, Begini Covid-19 Singapura Melonjak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.