Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Kabel Bawah Laut Telkom, Studi Kelelawar, Merapi

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas melakukan proses pendaratan kabel bawah laut proyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) internasional dari Australia ke Indonesia di Anyer, Banten, 5 Mei 2018. Kabel laut sepanjang 4.600 kilometer ini dijadwalkan beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah petugas melakukan proses pendaratan kabel bawah laut proyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) internasional dari Australia ke Indonesia di Anyer, Banten, 5 Mei 2018. Kabel laut sepanjang 4.600 kilometer ini dijadwalkan beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang tersiar kabar kalau kabel bawah laut milik PT Telkom yang berlokasi di perairan Batam putus karena gigitan ikan hiu. Putusnya kabel menyebabkan gangguan koneksi internet pengguna Indihome dan Telkomsel sejak Minggu 19 September 2021, dan membutuhkan perbaikan diperkirakan sekitar satu bulan.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang sebuah studi Cina mengungkap 142 virus corona pada kelelawar memiliki kaitan dengan virus yang menyebabkan wabah SARS hampir dua dasawarsa lalu, namun tidak ada yang terkait erat dengan virus penyebab Covid-19, seperti dilaporkan harian South Cina Morning Post.

    Selain itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

    1. Fakta-fakta Ikan Hiu Gigit Kabel Bawah Laut, Mungkinkah Terjadi?

    Sempat tersiar kabar kalau kabel bawah laut milik PT Telkom yang berlokasi di perairan Batam putus karena gigitan ikan hiu. Putusnya kabel menyebabkan gangguan koneksi internet pengguna Indihome dan Telkomsel sejak Minggu 19 September 2021, dan membutuhkan perbaikan diperkirakan sekitar satu bulan.

    PT Telkom telah membantah sebab kerusakan itu meski tak membeberkan juga penyebab sebenarnya. Hanya disebutkan kerusakan ada di jaringan kabel bawah laut Jawa Sumatera Kalimantan (JaSuKa), tepatnya di antara Batam-Pontianak, di kedalaman 20 meter.

    Lalu bagaimana bisa sampai ada spekulasi sebab gigitan ikan hiu? Berdasarkan laporan kolaborasi antara Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Komite Proteksi Kabel Internasional (ICPC) yang dipublikasi 2009, kejadian kerusakan kabel bawah laut cukup parah hingga koneksinya terputus (fault) memang pernah dan mungkin karena faktor spesies ikan atau mamalia penghuni laut.

    2. Studi Ungkap 142 Virus Corona pada 13 Ribu Kelelawar di Cina, Nihil Covid-19

    Sebuah studi Cina mengungkap 142 virus corona pada kelelawar memiliki kaitan dengan virus yang menyebabkan wabah SARS hampir dua dasawarsa lalu, namun tidak ada yang terkait erat dengan virus penyebab Covid-19, seperti dilaporkan harian South Cina Morning Post.

    Dalam sebuah makalah yang diunggah ke peladen pracetak Research Square pada Senin, 20 September 2021, tim peneliti dari Institut Biologi Patogen di Beijing mengungkapkan bahwa mereka telah mengumpulkan dan menguji sampel dari 4.700 lebih kelelawar di wilayah-wilayah di seluruh Cina sejak Januari 2020, sekaligus menambah ribuan sampel yang telah diuji sejak 2016.

    Penelitian terbaru terkait kelelawar, yang diyakini sebagai spesies asal virus penyebab Covid-19, berfokus pada sampel-sampel yang dikumpulkan dari 13.000 lebih kelelawar dari 56 spesies di 14 provinsi sejak 2016.

    3. Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava 141 Kali dalam Sepekan, Gempa Tinggi

    Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

    "Guguran lava teramati sebanyak 141 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan yang diterima di Yogyakarta, Sabtu, 25 September 2021.

    Berdasarkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5, Tunggularum, Ngepos, Babadan 2, ia menyebutkan ada perubahan morfologi pada kubah lava barat daya. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.600.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.854.000 metet kubik. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: 3 Dosa Sistem Pendidikan, YouTuber, Ponsel Lipat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Perlu Diketahui Tentang Kemenangan Indonesia di Thomas Cup 2020

    Kemengan Jonatan Christie di Thomas Cup 2020 menandai kemenangan Tim Merah Putih. Sejumlah catatan ditorehkan oleh regu yang menang atas Cina ini.