Ahli BRIN Beberkan Sebab Penurunan Muka Tanah di Jakarta

Warga membawa bibit bakau untuk ditanam di perairan pantai Pulau Harapan, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu, 22 Mei 2021. Penanaman bakau oleh Yayasan Kehati dan lembaga Divers Clean Action (DCA) di Pulau Harapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia sekaligus sebagai kampanye pelestarian hutan bakau (mangrove) sebagai pelindung kawasan pesisir dan habitat bagi aneka ragam hayati. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa peneliti menjelaskan ancaman tenggelam di Jakarta dan wilayah Pantai Utara Jawa disebabkan karena naiknya muka air laut (sea level rise) dan penurunan muka tanah (land subsidence). Untuk kenaikan muka air laut kemungkinan tidak bisa dicegah karena berkaitan dengan emisi CO2 yang ada saat ini, sementara penurunan muka tanah disebabkan oleh beberapa kondisi.

Profesor Riset bidang Geoteknologi-Hidrologi Air Tanah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Robert Delinom, mengatakan amblesan tanah di Jakarta disebabkan empat faktor yaitu kompaksi batuan (endapan batuan lempung), pengambilan air tanah secara berlebihan, beban bangunan dan aktivitas tektonik.

“Di Jakarta, amblesan tanah menjadi faktor utama karena kompaksi batuan, di sana batuannya masih sangat muda,” ujar dia dalam acara virtual Prof Talk bertajuk ‘Benarkan Jakarta dan Pantura akan Tenggelam?’, Rabu, 6 Oktober 2021.

Namun, penurunan tanah di wilayah Jakarta tidak semuanya besar, karena kondisi geologi yang tidak sama, sehingga penurunannya tidak homogen. Ada catatan menarik, kata pria lulusan master di Twente Universuty, Belanda itu, di Jalan Tongkol dekat Sunda Kelapa, secara umum penurunan tanahnya hanya 0,8 cm per tahun yang tidak terlalu tinggi.

Berdasarkan pengamatan Delinom, batuan lempung berperan penting dalam penurunan muka tanah dan banyak ditemui di Jakarta serta di beberapa wilayah, seperti Indramayu, Semarang, dan Surabaya. Dia juga mencatat bahwa di Semarang penurunan muka tanahnya lebih cepat karena batuan lempungnya lebih lebar, khususnya wilayah Simpang Lima  yang rawan.

“Tapi endapan lumpung itu ada batasnya, jadi dia akan berhenti suatu saat, itu kita bisa hitung, dan cukup lama. Kisarannya 1.000 tahun akan berhenti, dan tidak akan ada lagi penurunannya,” tutur Delinom.

Solusi untuk mencegah tenggelamnya Jakarta dalam periode jangka pendek, Delinom menambahkan, adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami masalahnya. Sedang jangka panjang dengan melakukan integrasi secara tuntas terkait penyelesaian masalahnya.

“Yaitu dengan kombinasi konsep mitigasi dan adaptasi yang tidak tumpang tindih, zero run off dan no land subsidence city, serta mengubah pola pikir masyarakat,” ujar Delinom. 

Selain itu, Delinom juga menyarankan perlunya upaya mitigasi  dengan melakukan pembangunan ‘pertahanan’ di garis pantai, pembangunan ‘pertahanan’ di sungai dan bantarannya, serta membuat ‘tempat parkir’ air dan mengantisipasi penyebab penurunan tanah.

Baca:
Jakarta Terancam Tenggelam, Profesor BRIN Sebut Faktor Lokal






Jakarta jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota ASEAN 2023

18 jam lalu

Jakarta jadi Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin Ibu Kota ASEAN 2023

Jakarta ditunjuk jadi tuan rumah Mayors and Governors Meeting of the ASEAN Capital 2023


Pesan Heru Budi ke Warga Jakarta: Jaga Kerukunan dan Kekompakan

20 jam lalu

Pesan Heru Budi ke Warga Jakarta: Jaga Kerukunan dan Kekompakan

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta warga Jakarta rukun dan kompak


Pemeliharaan Sungai Ciliwung Bisa Jadi Barometer Perawatan Sungai Lain di Indonesia

21 jam lalu

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Bisa Jadi Barometer Perawatan Sungai Lain di Indonesia

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta ada kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan Sungai Ciliwung


Menteri Basuki Minta Kebersihan Sungai Ciliwung Dijaga Biar Bisa Diwariskan

22 jam lalu

Menteri Basuki Minta Kebersihan Sungai Ciliwung Dijaga Biar Bisa Diwariskan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta masyarakat peduli pada kebersihan Sungai Ciliwung.


Gerebek Lumpur Anies Baswedan Digencarkan sejak Jakarta Kerap Banjir

1 hari lalu

Gerebek Lumpur Anies Baswedan Digencarkan sejak Jakarta Kerap Banjir

Gerebek lumpur mulai digencarkan di masa Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Pemerintah daerah fokus mengeksekusi program itu sejak Jakarta sering banjir


Anggota DPRD DKI Jelaskan Mekanisme dan Fungsi Deputi Gubernur DKI

1 hari lalu

Anggota DPRD DKI Jelaskan Mekanisme dan Fungsi Deputi Gubernur DKI

Deputi Gubernur DKI bakal dipilih oleh Presiden Jokowi atas usulan dari Pemprov DKI


Orang Pilihan Jokowi akan Gantikan Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta

1 hari lalu

Orang Pilihan Jokowi akan Gantikan Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menggeser Marullah Matali dari posisi Sekda DKI menjadi Deputi Gubernur


RUU Kekhususan Jakarta, DPRD DKI: Tugas Pemerintah Daerah Memberikan Masukan

1 hari lalu

RUU Kekhususan Jakarta, DPRD DKI: Tugas Pemerintah Daerah Memberikan Masukan

DPRD DKI telah membentuk panitia khusus membahas status Jakarta setelah pemindahan ibu kota negara


LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ada untuk Lulusan SMK

2 hari lalu

LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ada untuk Lulusan SMK

PT LRT Jakarta membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi


Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

3 hari lalu

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

Prediksi cuaca Jabodetabek hari ini diwarnai dengan potensi hujan disertai dengan petir dan angin kencang. Perkiraan itu bersumber dari BMKG.