Hindari Data Bocor, Simak 5 Tips Aman Pakai Pembayaran Digital

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pengunjung melakukan transaksi pembayaran berbasis digital dengan pedagang pantai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Sabtu, 11 Juli 2020. Bank Indonesia bekerjasama dengan Bank Mandiri, pengelola kawasan serta pemerintah daerah setempat meresmikan Pantai Pandawa sebagai kawasan wisata pantai digital berbasis QRIS yang menyediakan sistem pembayaran non-tunai untuk memudahkan wisatawan serta meminimalisir terjadinya kontak fisik guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Pengunjung melakukan transaksi pembayaran berbasis digital dengan pedagang pantai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Sabtu, 11 Juli 2020. Bank Indonesia bekerjasama dengan Bank Mandiri, pengelola kawasan serta pemerintah daerah setempat meresmikan Pantai Pandawa sebagai kawasan wisata pantai digital berbasis QRIS yang menyediakan sistem pembayaran non-tunai untuk memudahkan wisatawan serta meminimalisir terjadinya kontak fisik guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Melakukan pembayaran dari mana saja dan kapan saja menjadi salah satu keuntungan memakai pembayaran digital. Meski begitu, kita tetap harus berhati-hati dalam menggunakan pembayaran digital.

    Keamanan dalam pembayaran digital tetap harus dinomorsatukan. Jika tak hati-hati, bukan tidak mungkin uang digital Anda raib atau data pribadi Anda dicuri.

    Lalu, bagaimana tips aman dalam melakukan pembayaran digital? Ada beberapa cara supaya Anda bisa melakukan pembayaran digital dengan aman.

    1. Gunakan VPN

    Dilansir dari laman kominfo.bengkulukota.go.id, Rabu, 19 Mei 2021, VPN tak hanya berfungsi untuk mengakses situs yang diblokir, tapi VPN juga bisa berfungsi sebagai pelindung data diri pengguna di internet. Salah satu data diri Anda yang bisa dicuri adalah password atau pin pembayaran digital yang tersimpan di ponsel Anda.

    Jika Anda menggunakan VPN, Anda akan teridentifikasi sebagai anonim saat mengakses internet. Anda bisa menggunakan VPN gratis terpercaya, seperti Proton VPN, atau menggunakan VPN berbayar seperti FreedomVPN dan NordVPN.

    2. Cek Data secara Berkala

    Anda bisa mengecek data Anda bocor atau tidak melalui beberapa situs, seperti haveibeenpwned.com atau avast.com/hackcheck. Ini penting untuk menghindari kebocoran data pribadi Anda.

    3. Gunakan Koneksi Internet Sendiri

    Menyambungkan ponsel dengan koneksi internet publik saat melakukan pembayaran digital bisa berpotensi untuk diretas. Dilansir dari laman Tempo, Kamis, 14 Oktober 2021, Anda disarankan menggunakan koneksi internet pribadi untuk mengantisipasi hal ini.

    4. Gunakan Device Pribadi

    Jangan menggunakan komputer umum untuk melakukan pembayaran digital. Anda tak pernah tahu apakah komputer yang Anda gunakan memiliki spyware atau tidak. 

    Spyware bisa merekam aktivitas ketikan Anda di keyboard atau saat koneksi internet publik telah dicegat pelaku kejahatan siber yang menunggu waktu untuk melancarkan serangan.

    5. Jangan Bagikan Informasi Rahasia

    Password, nomor pin, atau kata sandi satu kali (OTP) terkait pembayaran digital tidak boleh dibagikan dengan orang lain. Meski Anda mempercayai seseorang, usahakan untuk tidak berbagi informasi ini.

    Mungkin orang itu bisa dipercaya, tapi Anda tak pernah tahu jika orang itu mengalami peretasan data. Jika begitu, data Anda yang ada padanya mungkin saja telah bocor.

    AMELIA RAHIMA SARI

    Baca juga: Tips Aman Menggunakan Aplikasi Pembayaran Digital dari Kaspersky


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.