Produsen Laptop Zyrex Catat Peningkatan Penjualan 132 Persen

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Produsen laptop Zyrex mencatat peningkatan penjualan 132 persen. Kredit: Zyrex

    Produsen laptop Zyrex mencatat peningkatan penjualan 132 persen. Kredit: Zyrex

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk., produsen laptop dan produk-produk TIK serta IoT merek Zyrex mengumumkan kinerja keuangan yang luar biasa untuk tahun buku yang berakhir tanggal 30 September 2021.

    Perseroan berhasil meningkatkan penjualan sebesar 132 persen secara year-on-year (YoY) dari Rp 179,6 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 415,4 miliar di tahun 2021. Peningkatan penjualan turut meningkatkan laba bersih setelah pajak tahun berjalan sebesar 34,5 persen dari Rp 32,2 miliar menjadi Rp 43,4 miliar pada periode yang sama.

    Dengan peningkatan penjualan, beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik 175 persen YoY dari Rp 123,2 miliar menjadi Rp 339,2 miliar, sehingga Perseroan berhasil mengantongi laba kotor sebesar Rp 76,2 Miliar, naik 35 persen YoY dari Rp 56,5 miliar di tahun 2020.

    Sementara itu, Perseroan memiliki aset total sebesar Rp 422,9 miliar, naik signifikan 226 persen dari Rp 129,6 miliar di akhir tahun 2020. Peningkatan aset secara signifikan ini terjadi terutama karena peningkatan signifikan pada peningkatan piutang usaha dan persediaan.

    Di sisi lain, total liabilitas Perseroan juga meningkat dari Rp 77,7 miliar menjadi Rp 250 miliar. Peningkatan liabilitas tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas jangka pendek yang digunakan untuk modal kerja. Kendati demikian, posisi rasio utang terhadap ekuitas Perseroan masih terjaga baik di angka 0.6 dan rasio utang terhadap aset di angka 0.72.

    “Pertumbuhan kinerja keuangan di kuartal ketiga ini terjadi karena pertumbuhan penjualan dari semua segmen penjualan, baik B2C, B2B, maupun B2G. Sebagai satu-satunya merek perangkat TIK lokal yang masuk ke dalam ketiga segmen tersebut, Perseroan menikmati pertumbuhan yang signifikan di tahun ini,” ujar Timothy Siddik selaku Direktur Utama Perseroan dalam keterangan yang diterima Tempo, Selasa, 26 Oktober 2021.

    Di segmen B2C, kata Timothy, Perseroan melihat kebutuhan yang sangat besar akan laptop untuk siswa-siswi di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 45 juta. Oleh karena itu, Perseroan fokus untuk menjual laptop untuk anak-anak sekolah melalui jaringan distribusi yang dimiliki.

    Di segmen B2B, Perseroan mendapatkan pertumbuhan dibandingkan tahun lalu, di mana corporate customer mulai dapat kembali melakukan ekspansi, sehingga Perseroan berhasil meningkatkan penjualan perangkat TIK seperti PC Desktop, server, dual monitor, kiosk, digital signage.

    “Di segmen B2G, kami turut serta untuk berpartisipasi dalam program digitalisasi pendidikan terbesar yang pernah ada di Indonesia, di mana di bulan September, kami telah menyelesaikan pengiriman sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Kemudian, kami akan terus melakukan pengiriman di kuartal keempat tahun ini dengan nilai sekitar Rp 200 miliar,” ujar Timothy.

    Atas pencapaian realisasi kinerja keuangan hingga kuartal tiga 2021 tersebut, Perseroan menargetkan penjualan mencapai Rp 700 miliar dan laba bersih setelah pajak di akhir tahun mencapai Rp 70 Miliar. Dengan demikian, maka laba per saham dasar dan dilusian atau earning per share Perseroan di akhir tahun dapat mencapai Rp 52. Perseroan optimis dapat mencapai target tersebut dengan pertumbuhan bisnis di tiga segmen penjualan, B2C, B2B, B2G.

    Baca:
    Program Kembali ke Sekolah Zyrex, Telkomsel, Indomaret Hadirkan Laptop Pelajar

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.