Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kembalikan Ekosistem Air, BNPB Tanam 5 Ribu Bibit Terumbu Karang di Teluk Palu

Reporter

image-gnews
Bibit karang yang telah tumbuh dari Transplantasi Karang di kedalaman 7 Meter di kawasan Konservasi Taka Bonerate, Selayar, Sulsel, 25 Oktober 2014. Transplantasi ini bertujuan untuk pengembangan terumbu karang yang rusak akibat nelayan yang menggunakan bom ikan. TEMPO/Iqbal Lubis
Bibit karang yang telah tumbuh dari Transplantasi Karang di kedalaman 7 Meter di kawasan Konservasi Taka Bonerate, Selayar, Sulsel, 25 Oktober 2014. Transplantasi ini bertujuan untuk pengembangan terumbu karang yang rusak akibat nelayan yang menggunakan bom ikan. TEMPO/Iqbal Lubis
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Demi mengembalikan ekosistem air setelah tsunami Palu beberapa tahun lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan penanaman bibit terumbu karang. Dilansir dari www.bnpb.go.id sekitar 5.000 bibit terumbu karang ditanam di kawasan Teluk Palu, Sulawesi Tengah. Bekerja sama dengan Universitas Tadulako (Untad), BNPB juga mengikutsertakan masyarakat setempat untuk turut terlibat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan pemulihan ekosistem terumbu karang dan peningkatan produktivitas sumber daya alam dan lingkungan oleh BNPB dan Untad. Secara langsung, kegiatan ini mendatangkan manfaat bagi manusia. Sebab terumbu karang merupakan tempat keberadaan ikan yang biasa manusia makan. Terumbu karang juga berpotensi menjadi destinasi pariwisata bawah laut. Selain menjadi sumber keanekaragaman hayati, terumbu karang juga dapat menahan abrasi pantai akibat gelombang atau ombak laut.

Tahun 2020 lalu, 2.400 bibit terumbu karang telah ditanam dan ditambah jumlahnya pada tahun 2021. Hingga sejauh ini, sebanyak 7.400 bibit terumbu karang telah diberikan oleh BNPB untuk memulihkan ekosistem air di Sulawesi Tengah.

Melansir dari darilaut.id kegiatan ini dilakukan di kawasan-kawsan yang terkena dampak gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di dua wilayah pantai yakni pantai Mamboro di daerah Kelurahan Mamboro, Kecamatan Mamboro Palu Utara, Kota Palu dan Pantai Salumbone di Desa Labuan Salumbone, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala.

Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam BNPB Andi Eviana, mengatakan bahwa kegiatan ini perlu terus dilanjutkan dengan koordinasi pemerintah daerah bersama perangkat daerah teknis untuk mengalokasikan dana, mengawasi dan evaluasi bersama BPBD, Untad dan masyarakat.

“Melalui Pentaheliks bersinergi, diharapkan program pemulihan dan peningkatan rehabilitasi terumbu karang pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi dapat dilakukan secara berkesinambungan sebagai upaya mengembalikan kelestarian terumbu karang itu sendiri serta menahan laju perusakan baik kerusakan ekosistem hayati dan non-hayati,” katanya pada Rabu, 20 Oktober 2021.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kemudian Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Pendampingan Untad Yutdam Mudin menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah dimulai sejak 24 Mei hingga 19 November 2021. Transplantasi terumbu karang yang mengikat di 1.100 balok beton telah selesai dikerjakan. Namun dikarenakan bibitnya yang mudah mati,  pihaknya terus fokus mengawasi setiap periode pertumbuhan terumbu karang.

PUSPITA AMANDA SARI

Baca: Terumbu Karang dalam Ancaman Krisis Iklim, Apa Bahayanya?

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tak Hanya Basarnas, Ini Lembaga Nonkementerian yang Dipimpin Militer

3 hari lalu

Kantor Basarnas. Google
Tak Hanya Basarnas, Ini Lembaga Nonkementerian yang Dipimpin Militer

Selain Basarnas, beberapa lembaga nonkementerian dipimpin oleh militer. Siapa saja lembaga tersebut?


Ikan Endemik Sungai Batanghari Terancam Punah, Ahli: Bikin Zonasi

4 hari lalu

Foto udara kapal tongkang bermuatan batu bara melintasi aliran Sungai Batanghari di Jambi, Selasa 8 Maret 2022. Pemerintah Daerah setempat kembali mewacanakan pemaksimalan Sungai Batanghari sebagai alternatif pengangkutan batu bara guna mengurai kepadatan angkutan hasil tambang di jalur darat provinsi itu, tapi terkendala laju pendangkalan di sejumlah titik. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Ikan Endemik Sungai Batanghari Terancam Punah, Ahli: Bikin Zonasi

Pemprov Jambi disarankan membentuk zonasi-zonasi wilayah untuk melestarikan lingkungan Sungai Batanghari.


BNPB Gelar ARDEX 2023, Simulasi Penanganan Bencana Tingkat Asia Tenggara

5 hari lalu

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan AHA Centre, menggelar Asean Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX-2023) di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 1 Agustus 2023. (BNPB)
BNPB Gelar ARDEX 2023, Simulasi Penanganan Bencana Tingkat Asia Tenggara

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan ARDEX kali ini diikuti oleh peserta dari negara yang berada di wilayah Asia Tenggara.


Great Barrier Reef Dikeluarkan dari Daftar Situs Warisan Dunia yang Terancam

6 hari lalu

Ikan karang berenang di atas koloni karang yang mulai pulih di Great Barrier Reef di lepas pantai Cairns, Australia 25 Oktober 2019. Karang Penghalang Besar dapat dilihat dari luar angkasa dan kadang disebut sebagai organisme tunggal terbesar di dunia. REUTERS/Lucas Jackson
Great Barrier Reef Dikeluarkan dari Daftar Situs Warisan Dunia yang Terancam

UNESCO ingin memasukkan Great Barrier Reef dalam daftar warisan yang terancam setelah peristiwa pemutihan karang yang sering terjadi.


Program ENTREV Diharapkan Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

6 hari lalu

Sebuah kendaraan listrik sedang mengisi daya di SPKLU Gambir, Jakarta, 19 Juli 2022. TEMPO/Wawan Priyanto
Program ENTREV Diharapkan Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap program ENTREV menjadi salah satu cara untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik.


Menjelang Puncak El Nino Agustus-September, BNPB Ajak Masyarakat Hemat Air

6 hari lalu

Hutan yang dibakar di luar kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 1 November 2015. Kebakaran hutan ini diperparah dengan fenomena alam El Nino, yaitu berkurangnya curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang. Ulet Ifansasti/Getty Images
Menjelang Puncak El Nino Agustus-September, BNPB Ajak Masyarakat Hemat Air

Fenomena El Nino dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan air atau kekeringan juga ketahanan pangan.


Kelaparan di Papua Tengah, Kepala BNPB: Tanaman Jagung Mati karena Suhu Dingin yang Luar Biasa

7 hari lalu

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat mendampingi Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan keterangan pers seusai pembukaan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu 25 Mei 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Kelaparan di Papua Tengah, Kepala BNPB: Tanaman Jagung Mati karena Suhu Dingin yang Luar Biasa

BNPB menjelaskan kondisi kelaparan di Papua Tengah diakibatkan fenomena cuaca ekstrem hujan es yang mengakibatkan tanaman jagung mati.


Teken MOU, Apindo Dorong Pemerintah dan Pelaku Usaha Ciptakan Ekosistem untuk Majukan UMKM

7 hari lalu

Chair B20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani (kiri) bersama Ira Noviarti, Chair B20 Women in Business Action Council yang juga Presiden Direktur PT Unilever Indonesia, Tbk. Dok. Istimewa
Teken MOU, Apindo Dorong Pemerintah dan Pelaku Usaha Ciptakan Ekosistem untuk Majukan UMKM

Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo berkomitmen untuk semakin proaktif dengan pemerintah dan pelaku usaha mendorong kemajuan UMKM.


Kapal Pesiar Tua yang Dimanfaatkan untuk Hotel Terapung hingga Terumbu Karang Buatan

8 hari lalu

Kapal pesiar MSC Seaside. Wikipedia
Kapal Pesiar Tua yang Dimanfaatkan untuk Hotel Terapung hingga Terumbu Karang Buatan

Kapal pesiar yang dinonaktifkan sering kali berakhir di tempat pembuangan sampah tapi beberapa diubah fungsinya


Gempa Bermagnitudo 5,7 Guncang NTT, Warga Berhamburan

13 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Gempa Bermagnitudo 5,7 Guncang NTT, Warga Berhamburan

BMKG merevisi kekuatan guncangan gempa menjadi magnitudo 5,7.