Luhut Pantau Covid-19 Varian AY.4.2, Guru Besar UI Beri 4 Saran Ini

Seorang pria yang mengenakan masker berjalan melewati ilustrasi virus di luar pusat sains regional di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Oldham, Inggris, 3 Agustus 2020. [REUTERS/Phil Noble]

TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, yang juga Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa pemerintah sedang memantau dan mewaspadai virus corona Covid-19 varian AY.4.2. Varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris itu merupakan turunan dari varian Delta, dan sudah ditemukan di Malaysia.

Agar varian tersebut tidak masuk ke Indonesia, Guru Besar di Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, memberikan empat sarannya. Saran pertama dan kedua adalah pembatasan sosial termasuk protokol kesehatan 5M, dan 3T (tracing, testing, treatment).

"Karena jika berbicara tentang Covid-19 varian baru, maka jumlah pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu," ujar dia saat dihubungi, Selasa 9 November 2021.

Data di GISAID—yang mengkompilasi genom berbagai jenis Covid-19—per 1 November 2021 menunjukkan bahwa Indonesia sudah mengirimkan 8.350 sampel virus corona Covid-19. Sementara Singapura sudah mengirimkan 8.970, Filipina mengirim 12.681, India jauh lebih tinggi lagi karena sudah mengirim 72.325 sampel.

“Tentu tidak tepat juga jika membandingkan dengan negara maju, tapi Amerika Serikat memang sudah memasukkan 1.466.011 WGS sampel,” tutur Tjandra sambil menambahkan bahwa Inggris sudah mengirimkan 1.109.311 sampel.

Saran ketiga dari Tjandra yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 itu adalah terus meningkatkan vaksinasi. Data Kementerian Kesehatan per 31 Oktober 2021 menunjukkan 35,44 persen warga yang menjadi target sudah mendapat vaksinasi dua kali, artinya sebanyak 65 persen belum dapat perlindungan secara lengkap.

Di sisi lain, karena cakupan vaksinasi lansia adalah 24,57 persen, maka artinya tiga perempat kaum lansia Indonesia juga belum mendapat perlindungan optimal dengan vaksinasi lengkap ini. “Saran keempat tentunya adalah penguatan di pintu masuk wilayah Indonesia,” kata Tjandra yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Jakarta.

Sebagai informasi, AY.4.2 adalah ‘turunan’ dari varian Delta atau B.1.671.2. Turunan dari varian Delta itu ada sekitar 75 jenis yang tergolong sebagai AY, dan di antaranya yang paling banyak dibahas adalah AY.4.

Data di Inggris menunjukkan bahwa AY.4 sudah mendominasi di negara itu, sekitar 63 persen dari kasus baru dalam sebulan terakhir. Sementara, AY.4.2 juga terus meningkat angkanya di Inggris. Sepanjang 4-11 Oktober, ada 8,5 persen kasus barunya, lalu naik menjadi 10,3 persen pada 11-18 Oktober, bahkan naik lagi menjadi 11,3 persen pada data mingguan 18-25 Oktober 2021.

Data dari GISAID menunjukkan sudah ada 26.000 genom AY.4.2 yang dilaporkan. Varian ini sudah dilaporkan dari 42 negara dan disebutkan mengandung mutasi A222V dan juga Y145H.

Baca juga:
Klaster Covid-19 Bermunculan, Sultan Ingatkan Lansia dan Selter Siaga Kembali

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Berkeliling ke Raja Ampat, Luhut: Alamnya Sangat Bagus

1 jam lalu

Berkeliling ke Raja Ampat, Luhut: Alamnya Sangat Bagus

Luhut menyambangi destinasi pariwisata geopark Kepulauan Piaynemo, Desa Wisata Arborek, dan Pulau Sauwandarek.


Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

11 jam lalu

Jaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi agar Kualitas Hidup Tetap Baik

Aspek kesehatan jiwa perlu menjadi perhatian bersama demi kesejahteraan psikologis masyarakat kala harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.


Luhut Sebut Infrastruktur di Papua Barat Tak Hanya untuk Tingkatkan Konektivitas tapi...

17 jam lalu

Luhut Sebut Infrastruktur di Papua Barat Tak Hanya untuk Tingkatkan Konektivitas tapi...

Menteri Luhut Pandjaitan meminta agar seluruh pembangunan infrastruktur di Papua Barat berjalan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.


Otoritas Kesehatan Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19

22 jam lalu

Otoritas Kesehatan Amerika Serikat Longgarkan Aturan Covid-19

CDC memperbaharui aturan Covid-19 di Amerika Serikat. Sekolah tak lagi perlu melakukan karantina mandiri jika ada yang positif Covid-19.


Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

1 hari lalu

Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un sebelumnya mengatakan kakaknya sempat sakit parah dan demam tinggi saat kasus Covid-19 merebak di Korea Utara.


Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

1 hari lalu

Jokowi Tolak Usul Luhut Soal Penempatan Militer Aktif di Kementerian

Presiden Jokowi menolak usul Menko Marinvest Luhut Binsar Pandjaitan soal penempatan TNI di kementerian dan lembaga negara. Belum mendesak.


Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Menang Lawan Covid

1 hari lalu

Kim Jong Un Umumkan Korea Utara Menang Lawan Covid

Dalam dua pekan terakhir, pemerintah Korea Utara tak menemukan kasus Covid-19 yang baru. Kim Jong Un mengumumkan negaranya menang lawan Corona.


Omicron Baru Lagi yang Lebih Menular: BA.4.6 Versus BA.5 dan BA.2.75

1 hari lalu

Omicron Baru Lagi yang Lebih Menular: BA.4.6 Versus BA.5 dan BA.2.75

Pemerintah dan masyarakat di Indonesia diminta tak cemas dengan adanya subvarian Omicron terbaru tapi jangan juga dipandang remeh.


Inilah Gejala Orang yang Terinfeksi Virus Langya, Virus Baru yang Ditemukan di Cina

2 hari lalu

Inilah Gejala Orang yang Terinfeksi Virus Langya, Virus Baru yang Ditemukan di Cina

Virus Langya merupakan jenis virus baru yang ditemukan di Cina dengan gejala demam, batuk, kelelahan, dan mual.


Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

2 hari lalu

Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

Pakar mengatakan subvarian baru COVID-19 BA.4.6 saat ini telah terdeteksi di 43 negara. Berikut hal yang perlu diperhatikan.