Pengamat: Bjorka Kemungkinan Sudah Punya Data MyPertamina

Pengendara sepeda motor menunjukan aplikasi MyPertamina saat antre BBM Pertalite di SPBU Pertamina Jalan RE Martadinata, Bandung, Rabu, 29 Juni 2022. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berkali-kali melakukan pembobolan terhadap data dari instansi pemerintah, peretas yang tengah ramai jadi pembicaraan, Bjorka, membuat pernyataan akan membobol data MyPertamina.

Menanggapi hal itu, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, berpendapat bahwa data sebenarnya sudah di tangan Bjorka. “Kemungkinan kalau dia ungkapkan, sebenarnya dia sudah punya datanya ketika dia mengungkapkan hal tersebut,” ujar Alfons lewat pesan singkat, Senin, 12 September 2022.

Akun hacker Bjorka berencana segera mempublikasikan data yang terdapat di aplikasi MyPertamina. Hal itu disampaikan pada forum breached.to.

Bjorka menyatakan publikasi data tersebut untuk mendukung rakyat Indonesia yang tengah berdemo menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. "Untuk mendukung masyarakat yang sedang berjuang dengan mengadakan demonstrasi di Indonesia mengenai harga bahan bakar minyak. Saya akan segera mempublikasikan database MyPertamina," tulis akun Bjorka di grup Telegram yang dibuatnya.

Tangkapan layar pesan tersebut tersebar dan ramai diperbincangkan warganet hingga akhirnya sempat merajai trending topic di media sosial Twitter pada Sabtu, 10 September 2022.

Selain sudah membocorkan data registrasi SIM Card, Bjorka mengklaim sudah membobol data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dokumen untuk Presiden Joko Widodo. Dengan bercanda, Alfons menanggapi data yang dikeluarkan sedikit demi sedikit oleh Bjorka bagaikan sedang mencicil, “Mungkin dia pengalaman kredit motor ya,” kata Alfons.

Namun, ia menduga data yang dikeluarkan nanti kurang mantap. “Datanya kurang afdol, itu paling data kependudukan yang notabene sudah ada di mana-mana dan data kendaraan bermotor beserta NIK pemilik yang notabene sudah bocor di breached.to dan tinggal digabungkan dengan data kependudukan yang ada,” jelas Alfons.

Ilmu yang Tinggi

Dengan apa yang telah dilakukan Bjorka belakangan ini, Alfons menganggap pembocor itu mempunyai ilmu yang cukup mumpuni untuk melakukan semua ini. “Harusnya cukup tinggi dan yang jelas dia memiliki informasi yg cukup mendetail mengenai data apa yg dikelola dan di mana kelemahan pengelolaan data tersebut,” jelas Alfons.

Walau Bjorka sudah mulai mengarah ke pribadi politisi dengan cara menyebarkan data pribadi yang diduga milik sejumlah pejabat publik, namun Alfons mengaku tidak tahu persis motifnya. “Tidak tahu persis, tetapi biasanya hacker menjual data untuk uang, ya motif finansial,” katanya.

Data pribadi yang disebar Bjorka mulai dari Ketua DPR Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate, sampai Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.

Atas segala yang terjadi dari perbuatan Bjorka, tentu warga menginginkan data pribadi aman dan damai di tangan institusi pemerintah. “Ada 1001 cara melacak dan pemerintah punya akses dan kuasa ke situ,” kata Alfons.

Baca:
Alasan Bjorka Bocorkan Data Sensitif di Indonesia dan Sindir Twitter

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Survei Cisco Tegaskan Risiko Keamanan Siber dari WFH dan WFA

1 hari lalu

Survei Cisco Tegaskan Risiko Keamanan Siber dari WFH dan WFA

Di antara korban insiden keamanan siber, 73 persen mengatakan perusahaannya menderita kerugian setidaknya Rp 1,5 miliar. Bahkan ada yang Rp 7 miliar.


WhatsApp Luncurkan Fitur Message Yourself, Ini Fungsinya

4 hari lalu

WhatsApp Luncurkan Fitur Message Yourself, Ini Fungsinya

WhatsApp baru mulai menguji fitur ini secara publik pada bulan Oktober, dan akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang.


Meta Didenda Rp 4,3 Triliun karena Data Facebook 2021 Bocor di Irlandia

4 hari lalu

Meta Didenda Rp 4,3 Triliun karena Data Facebook 2021 Bocor di Irlandia

Kasus ini mencatat pelanggaran dua pasal peraturan GDPR Uni Eropa oleh Meta.


4 Juta Data WhatsApp Pengguna Indonesia Dijual, Pengamat: Valid

6 hari lalu

4 Juta Data WhatsApp Pengguna Indonesia Dijual, Pengamat: Valid

Akun AllDataSource melakukan penawaran penjualan data yang diklaim berisi 487 juta nomor ponsel pengguna WhatsApp.


Elon Musk Gaet Hacker Pembobol iPhone untuk Magang di Twitter, Apa Misinya?

10 hari lalu

Elon Musk Gaet Hacker Pembobol iPhone untuk Magang di Twitter, Apa Misinya?

Elon Musk kini justru menggaet George Hotz, seorang hacker yang dikenal sebagai orang pertama yang membobol iPhone pada 2007. Apa tugasnya?


Government-backed Attacker Alert dari Facebook untuk Ainun Najib, Apa Artinya?

16 hari lalu

Government-backed Attacker Alert dari Facebook untuk Ainun Najib, Apa Artinya?

Ainun Najib, mengabarkan dirinya mendapatkan peringatan dari pusat bantuan Facebook mengenai percobaan serangan kepada akun miliknya


Bjorka Ambil 3,2 Miliar Data PeduliLindungi, Pengamat: Ini Pertanyaan Besar

18 hari lalu

Bjorka Ambil 3,2 Miliar Data PeduliLindungi, Pengamat: Ini Pertanyaan Besar

Seminggu sebelumnya, Bjorka mengaku berhasil mengambil data MyPertamina.


Keamanan Siber Bukan Mandat di DEWG G20

19 hari lalu

Keamanan Siber Bukan Mandat di DEWG G20

Chair Digital Economy Working Group (DEWG) G20, Mira Tayyiba mengatakan keamanan siber bukan menjadi mandat dalam ekonomi digital.


Polri Antisipasi Serangan Siber di KTT G20

21 hari lalu

Polri Antisipasi Serangan Siber di KTT G20

Listyo berkata telah meninjau langsung kesiapan tim khusus pengamanan siber KTT G20 dari kepolisian.


Booming Istilah Big Data, Simak 5 Aplikasi Pengolah Data yang Mudah Digunakan

22 hari lalu

Booming Istilah Big Data, Simak 5 Aplikasi Pengolah Data yang Mudah Digunakan

Data menjadi hal yang semakin menarik dikaji dari waktu ke waktu. Dalam mengolah data, berikut 5 aplikasi yang dapat anda gunakan.