Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Peneliti BRIN Jelaskan Badai Dahsyat Jabodetabek, Rabu Pagi Membentuk Pusaran

image-gnews
Ilustrasi badai. Johannes P. Christo
Ilustrasi badai. Johannes P. Christo
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Klimatologi Pusat Riset Iklim dan Atmosfer di Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengungkap soal potensi hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28-29 Desember 2022. Kondisi itu meliputi selatan Sukabumi, Banten, Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kepada Tempo, Erma memaparkan mekanisme dan perkembangan terbarunya.

Menurutnya, dari hasil pantauan terbaru citra satelit, ada indikasi awan-awan Mesoscale Convective Complex (MCC) atau sistem konveksi secara meluas di atas Laut Jawa dengan radius 50-100 kilometer sudah bergerak masuk ke darat.

Kondisi itu terpantau pada hari ini pukul 04.00 WIB di wilayah utara Jakarta dan Selat Sunda. “Hujan hari ini bersifat persisten dan bergerak dari barat ke timur juga barat daya ke timur laut,” kata Erma, Rabu siang, 28 Desember 2022

Adapun awan hujan di Laut Jawa membentang dari Jawa Timur ke arah Bali, kemudian sampai ke Jawa Tengah dan utara Jakarta dan mulai ada penggabungan. Berdasarkan data dari Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) yang dikembangkan Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, ada proses awan badai yang bersatu masuk ke daratan Pulau Jawa. “Bukan hanya Jawa bagian barat tetapi nanti ada potensi di sore dan malam hari itu masuk ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Erma.

Selain dari Laut Jawa, potensi lain yaitu dari hujan lokal yang bisa disertai tiupan angin kencang atau pasokan awan dari Lampung via Selat Sunda. Faktor berikutnya dari Samudra Hindia selatan Jawa yang terpantau radar dan hasil prediksi SADEWA dan disebut sebagai Derecho Storm.

Dari citra data dan awan Rabu pagi, badai itu sudah membentuk pusaran dan bisa memicu garis-garis badai atau squall line. “Data kami menunjukkan 28-29 Desember itu continuously, Derecho ini dari Samudra Hindia menyuplai awan terus,” kata Erma.

Karena beberapa faktor, dia menyebut kondisinya dahsyat sehingga seluruh Pulau Jawa harus waspada. Penjelasan mekanismenya ditujukan untuk memperkuat sistem peringatan dini dari BMKG. “Apa kemungkinan dua hari ini yang akan terjadi, 28-29 Desember 2022? Kemungkinan terburuknya adalah banjir,” ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Potensi cuaca buruk di Pulau Jawa itu diperkirakan mulai hari ini pukul 17.00 WIB, ketika awan dari Samudra Hindia menyeberang ke perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah lalu terhubung ke Laut Jawa. Koneksi itu terlihat dari pantauan terbaru sehingga hujan di daerah perbatasan dua provinsi itu bisa lebih parah. “Kita enggak tahu ya mudah-mudahan awan-awan ini segera luruh,” kata dia.

Sejauh ini pergerakan dan kecepatan angin masih terus dipantau. Dominasi angin baratan berperan mengantar awan-awan hujan dari barat ke timur. Ada kemungkinan awan hujan langsung bergeser melewati Jabodetabek ke timur.

Pergerakan angin ke timur itu karena ditarik oleh pusat tekanan rendah yang disebut tropical depression di perairan selatan Nusa Tenggara Timur. “Potensi bahaya ini masih sangat besar di hari-hari ini, belum ada satu pun yang menunjukkan adanya peluruhan,” kata Erma.

Baca:
Ramai Cuaca Jabodetabek 28 Desember, BMKG Ingatkan Terminologi Badai

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pakar BMKG Beberkan Penyebab Hujan di Musim Kemarau, Sebut Masih Ada Risiko Cuaca Ekstrem

22 jam lalu

Siklon Tropis Megan (BMKG)
Pakar BMKG Beberkan Penyebab Hujan di Musim Kemarau, Sebut Masih Ada Risiko Cuaca Ekstrem

Sedikitnya ada delapan faktor penggerak cuaca, di antaranya Monsun Asia, Cold Surge, Siklon Tropis, IOD dan MJO, La Nina dan El Nino, serta Local Convective.


BRIN-Telkom University Riset Asset Visual Game Tema Kebudayaan Nusantara

1 hari lalu

Ilustrasi Gundala dalam game PUBG Mobile (ANTARA/HO)
BRIN-Telkom University Riset Asset Visual Game Tema Kebudayaan Nusantara

Laju pertumbuhan subsektor aplikasi dan game mencapai 9,17 persen pada 2021/2022, hanya kalah dari pertumbuhan televisi dan radio sebesar 9,48 persen.


Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 91W dan 92W Picu Hujan di Beberapa Wilayah, Mayoritas Cerah Berawan

2 hari lalu

Bibit Siklon Tropis 91W dan 92W (BMKG)
Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 91W dan 92W Picu Hujan di Beberapa Wilayah, Mayoritas Cerah Berawan

Dampak tidak langsung bibit siklon 91W dan 92W adalah hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.


Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

3 hari lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

Sedikitnya sebelas orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah sebuah jembatan di Cina utara ambruk di tengah hujan lebat


BRIN Olah Kelapa Tak Layak Jual Jadi Bioavtur, Pabriknya Dibangun di Banyuasin

3 hari lalu

Ilustrasi minyak kelapa untuk  Bioavtur. antaranews.com
BRIN Olah Kelapa Tak Layak Jual Jadi Bioavtur, Pabriknya Dibangun di Banyuasin

BRIN menggandeng perusahaan asal Jepang untuk pemanfaatan minyak kelapa menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur.


Prediksi Cuaca BMKG Hari Ini, Peringatan Dini Hujan Hanya di Ujung Utara dan Timur Indonesia

3 hari lalu

Ilustrasi Cuaca DKI Jakarta yang berawan. Tempo/Tony Hartawan
Prediksi Cuaca BMKG Hari Ini, Peringatan Dini Hujan Hanya di Ujung Utara dan Timur Indonesia

Menurut BMKG, Jabodetabek dan banyak wilayah lainnya di Indonesia tipis potensi hujan hari ini sekalipun ada dua bibit siklon.


SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

3 hari lalu

Ilustrasi proyek migas SKK Migas. Foto: dok SKK Migas
SKK Migas Catat Lifting Minyak Semester I 2024 Capai 576 Ribu Barel per Hari

SKK Migas memprediksi lifting minyak pada semester II atau hingga akhir 2024 sebesar 595 ribu BOPD.


BMKG Prediksi Jabodetabek Cerah Hingga Malam, Suhu Maksimal Jakarta 33 Derajat Celcius

4 hari lalu

Langit terlihat cerah hingga tampak biru dengan gugusan awan yang menyertainya di kawasan Jalan Jend Sudirman, Jakarta, Kamis 14 September 2023. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap langkah-langkah yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta dalam sepekan terakhir dengan menggelar Operasi 'bilas polusi udara' digelar sejak Senin (4/9) hingga Senin (11/9). TEMPO/Subekti.
BMKG Prediksi Jabodetabek Cerah Hingga Malam, Suhu Maksimal Jakarta 33 Derajat Celcius

BMKG prakirakan Jakarta cenderung cerah sepanjang hari ini, Jumat, 19 Juli 2024. Potensi hujan akan meningkat lagi mulai akhir bulan ini.


Disebut Jadi Penyebab Terhambatnya Pembangunan IKN, Apa itu Madden-Julian Oscillation (MJO)?

5 hari lalu

Potret pembangunan infrastruktur inti di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin, 6 Mei 2024. TEMPO/Riri Rahayu
Disebut Jadi Penyebab Terhambatnya Pembangunan IKN, Apa itu Madden-Julian Oscillation (MJO)?

Cuaca hujan akibat Madden-Julian Oscillation (MJO) akhir-akhir ini disebut menjadi kendala terbesar pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN).


Toronto Terendam Banjir

6 hari lalu

Ilustrasi banjir. ANTARA/Pey Hardi Subiantoro
Toronto Terendam Banjir

Banjir di Toronton Kanada menyebabkan listrik padam, gangguan lalu lintas dan sejumlah penerbangan terlambat atau bahkan dibatalkan.