Bahan Bakar Roket di Susu Formula

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Jakarta: Bukannya mengandung yodium, beberapa merk susu bubuk formula bayi di Amerika ditemukan mengandung perklorat. Senyawa kimia ini jamak digunakan sebagai bahan bakar roket dan biasanya ditemukan sebagai agen pencemar di situs-situs militer ataupun penerbangan.

Tim peneliti di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Amerika Serikat (kalau disini Badan POM) sebenarnya sudah mempublikasikan temuannya itu Maret, tapi mengemuka setelah Environmental Working Group mengumumkannya Kamis (2/4) kemarin. Disebutkan, kadar perklorat dalam susu bayi itu melampaui dosis yang dianggap aman untuk orang dewasa.

Parahnya lagi, bahan kimia yang bisa mengganggu fungsi kelenjar tiroid dan mempengaruhi proses perkembangan otak si bayi itu juga mencemari air minum yang digunakan untuk menyeduh susu. Perklorat juga ditemukan dalam jaringan air minum di beberapa negara bagian.

Tim peneliti tidak bisa memastikan risiko yang lebih jauh ataupun lebih pasti dari keberadaan perklorat terutama di susu bubuk formula bayi. Pengujian harus mengkalkulasi pula ukuran dan umur bayi serta berapa banyak susu forrmula yang diminum. “Kami tidak melakukannya karena ini bukan studi tentang kesehatan,” kata Joshua Schier, anggota tim peneliti.

Tapi yang pasti, perklorat paling banyak ditemukan dalam susu formula yang diracik dari susu sapi.
(AP)






Psikolog UI Teliti Penyebab Bungkamnya Mahasiswa Saksi Kecurangan Akademik

22 hari lalu

Psikolog UI Teliti Penyebab Bungkamnya Mahasiswa Saksi Kecurangan Akademik

Psikolog UI Anna Armeini Rangkuti mengidentifikasi ada empat motif utama silence mahasiswa terhadap kesaksian adanya kecurangan akdemik.


Tips Menulis Esai Ilmiah dengan Baik, Mahasiswa Perlu Tahu

13 September 2022

Tips Menulis Esai Ilmiah dengan Baik, Mahasiswa Perlu Tahu

Simak tips menulis esai ilmiah yang baik dari Universitas Airlangga.


Mengapa Tikus Digunakan sebagai Hewan Percobaan Medis?

23 Februari 2022

Mengapa Tikus Digunakan sebagai Hewan Percobaan Medis?

Para ilmuwan meneliti tikus, karena ukurannya yang kecil, mudah disimpan dan dipelihara. Tikus juga dapat beradaptasi di lingkungan baru


Rizky Putri, Lulusan Fakultas Psikologi Unpad Pertama Lewat Skema Artikel Ilmiah

2 Februari 2022

Rizky Putri, Lulusan Fakultas Psikologi Unpad Pertama Lewat Skema Artikel Ilmiah

Rizky Putri Amalia menjadi sarjana psikologi Unpad pertama yang lulus dengan skema artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.


Cara UMY Agar Karya Ilmiah Tak Sekedar Kejar Publikasi, Tapi Juga Solutif

25 Januari 2022

Cara UMY Agar Karya Ilmiah Tak Sekedar Kejar Publikasi, Tapi Juga Solutif

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Gunawan Budiyanto menuturkan keberadaan karya ilmiah bisa menjadi solusi berbagai permasalahan.


Raja Salman Beri Penghargaan dan Dukung Penelitian Bidang Disabilitas

18 Januari 2021

Raja Salman Beri Penghargaan dan Dukung Penelitian Bidang Disabilitas

Raja Salman ingin meningkatkan peran Arab Saudi dalam penelitian ilmiah di bidang disabilitas.


Turki Bangun Pangkalan Ilmiah Bersama 30 Negara Lain pada 2019

20 Juni 2018

Turki Bangun Pangkalan Ilmiah Bersama 30 Negara Lain pada 2019

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan rencana proyek pangkalan penelitian ilmiah di Antartika bersama 30 negara lain pada 2019.


Teliti Jintan Hitam Obat Kanker Mulut, Mahasiswa Jember Juara

3 April 2018

Teliti Jintan Hitam Obat Kanker Mulut, Mahasiswa Jember Juara

Tiga mahasiswi FKG Universitas Jember juara Moestopo Dentistry Scientific Competition berkat penelitian tentang jintan hitam sebagai obat kanker mulut


Salah paham yang Viral dalam Kentang Goreng, Simak Kata Peneliti

18 Februari 2018

Salah paham yang Viral dalam Kentang Goreng, Simak Kata Peneliti

Anda suka membeli kentang goreng di restoran siap saji? Awalnya peneliti Jepang mengatakan kentang goreng dapat menumbuhkan rambut. Ternyata..


Menumbuhkan Rambut dalam Beberapa Hari? Intip Penelitiannya

8 Februari 2018

Menumbuhkan Rambut dalam Beberapa Hari? Intip Penelitiannya

Tim ilmuwan di Jepang menemukan cara menumbuhkan rambut hanya dalam beberapa hari. Apakah minyak cepat saji juga bisa menumbuhkan rambut?