Indosat Raih Broadband Award

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Indosat Mega Media (IM2) meraih penghargaan International Wireless Broadband Award 2009 untuk kategori Most Innovative Wireless Broadband Company. Penghargaan ini diberikan Wireless Broadband Alliances yaitu perkumpulan pelaku industri wireless broadband di dunia. “Penghargaan ini menjadi inspirasi bagi IM2 untuk selalu memberikan yang terbaik bagi pelanggan,” kata Indar Atmanto, Presiden Direktur IM2.

    Menurut Indar dalam siaran persnya hari ini, IM2 terpilih berkat produk yang diluncurkan merupakan terobosan baru bagi industri wireless broadband yaitu produk Broom Unlimited, broadband prabayar pertama di Indonesia. Para finalis lain yang turut memperebutkan penghargaan bergengsi ini antara
    lain: Broadsoft (Amerika), Quatar Telecom (Qatar), Boingo Wireless
    (Amerika), iPass (Amerika), dan Confone (Swiss). Penilaian didasari pada tiga
    aspek yaitu kepemimpinan produk di pasar, kualitas penelitian dan pengembangan teknologi, dan etos inovasi dalam perusahaan.

    Selain kategori Most Innovative Wireless Broadband Company, ada tujuh kategori lain. Ajang kompetisi Wireless Broadband Innovation Award sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2005 lalu. Para peraih penghargaan terpilih melalui dewan juri yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kompetensi. Antara lain Chris Bruce (CEO BT Openzone - Inggris), David Brunnen (Managing Director ABFL Group Intellex - Inggris), dan Jeff Orr (Sr. Analyst Maravedis dan Editor di Mobile Broadband News - Amerika Serikat).

    Para juri independen itu hanya bertugas menyeleksi perusahaan-perusahaan yang menjadi kandidat masing-masing kategori. Setelah terpilih, penilaian selanjutnya dikembalikan kepada masyarakat luas di 35 negara tempat para operator dan vendor tersebut beroperasi dengan mekanisme voting. Pemilih cukup mengunjungi website: http://www.wbiaward.com/ dan mendaftarkan diri.

    UWD


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.