Lebih Ramping, Lebih Ringan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Slim alias ramping. Inilah tema yang diambil Lenovo saat meluncurkan produk barunya di The Cone, Plaza FX, kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa pekan lalu. Wajar Lenovo memilih tema demikian. Pasalnya, dua seri laptop dari tiga perangkat yang diluncurkan saat itu memang dirancang jauh lebih tipis ketimbang laptop-laptop Lenovo generasi sebelumnya.

    Dua seri laptop yang akan dilempar ke pasar Indonesia pertengahan Mei ini berasal dari seri Y, yakni Ideapad Y450 dan Y550. Sejak Januari tahun lalu, Lenovo telah meluncurkan empat seri laptop untuk brand Ideapad, yaitu seri G, seri U sebagai laptop level premium, seri S untuk mini notebook dan seri Y sebagai entertainment notebook atau laptop hiburan.

    Menurut Cung Cien, Product and Business Development Manager Lenovo, kedua notebook seri Y yang diluncurkan ini memang ditujukan untuk konsumen yang mencari fungsi-fungsi hiburan, diluar fungsi notebook pada umumnya, yakni pengetikan atau browsing internet. “Fungsi-fungsi diluar itu seperti menonton video DVD dengan gambar dan suara yang berkualitas, atau bermain game,” katanya.

    Kendati ukurannya lebih tipis, kedua seri ini menjanjikan hiburan definisi tinggi kepada penggunanya. “Selain bentuk ramping, produk baru ini juga memiliki bobot lebih ringan,” ujar Cien, saat memaparkan jajaran perangkat anyar tersebut. Karena itulah Y450 dan Y550 disasar untuk pengguna yang lebih mobile. “Dan bagi mereka yang memerlukan perangkat trendy.”

    Cien menambahkan, ukuran seri Y450 dan Y550 bisa lebih tipis lantaran keduanya sudah memakai layar LED Backlight. “Kita sudah mengadaptasi LED, yang merupakan satu langkah di depan.” Dengan layar LED, gambar yang dihasilkan bisa lebih terang dan jernih. Selain itu, LED juga lebih hemat energi. “Dan karena lebih tipis, keuntungan lain adalah, otomatis mengurangi bobotnya, sehingga lebih ringan,” ujar Cien.

    Lenovo memberi sentuhan warna-warna menarik di seri ini. Panel luar berwarna hitam, keyboard dengan warna piano white, dan tak ketinggalan strip oranye sebagai warna simbol Lenovo. Salah satu prosesor terbaru dari Intel, Core 2 Duo, juga melengkapi dua seri ini. Kapasitas penyimpanan bisa dikonfigurasi dengan memori SDRAM DDR3 hingga 8 gigabita, dan hard drive hingga 500 gigabita.

    Untuk menyediakan hiburan definisi tinggi terbaik, kedua seri Y ini dilengkapi panel layar lebar yang glossy, dengan rasio 16:9. “Ukuran ini paling cocok untuk memutar video definisi tinggi,” kata Cien. Grafis Nvidia GeForce GT untuk fungsi gaming dan pemutar video definisi tinggi juga tak keinggalan ditanam didalamnya.

    Untuk menghadirkan audio lebih baik, kedua notebook ini dilengkapi Dolby Home Theater Sound System, serta fitur One key theater software untuk meningkatkan setting kualitas video dan audio. Konektifitas Wi-fi, Ethernet dan Bluetooth juga sudah ditanam di perangkat ini. “Perangkat ini juga mendukung teknologi konektifitas terkini, yakni Wimax,” ujar Cien.

    Seri Y450 memiliki layar 14 inci, sedangkan Y550 dengan layar 15,6 inci. Perbedaan ukuran layar ini, karena keduanya diciptakan untuk tingkatan berbeda. “Seri Y450 adalah notebook entertainment level awal, sedangkan Y550 untuk level advance, misalnya untuk gaming karena layarnya lebih besar,” katanya.

    Lenovo juga meningkatkan fitur Veriface, atau sensor wajah pengguna yang menjadi salah satu ciri produk mereka. Kedua seri ini telah menggunakan Veriface versi 3.5, yang mampu melakukan sensor gambar 3 dimensi. Versi ini jauh lebih aman. Menurut Cien, dalam beberapa kasus, laptop generasi sebelumnya yang menggunakan Veriface versi 3.0 masih bisa “dibobol” menggunakan foto pemiliknya, sehingga laptop bisa dibuka orang lain. “Dengan versi 3.5, untuk membukanya harus real, pemiliknya sendiri,” ujarnya.

    Anda tertarik? Untuk memboyongnya pulang, siapkan saja anggaran mulai US$ 809 atau sekitar Rp 8,9 juta untuk Ideapad Y450, dan mulai US$ 1.399 atau sekitar Rp 15,4 juta untuk Y550.

    Dimas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.