Obama Aktifkan Kembali Produksi Bahan Bakar Nabati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta : Pemerintahan presiden Barack Obama yang mendengungkan perhatian terhadap lingkungan hidup dan berencana ikut serta dalam kesepakatan global mengurangi emisi karbon Kemarin (5/5) waktu Amerika Serikat menandatangani pembentukan lembaga kerjasama antara departemen untuk mendorong produksi dan penelitian bahan bakar nabati.

    Produksi bahan bakar itu sudah membuat harga pangan dunia melambung pada awal 2008 dan komoditas pangan langka, seperti minyak goreng di Indonesia.

    Kelompok pemerhati lingkungan bahkan mengkritik rencana itu karena lahan perkebunan dan pertanan di seluruh dunia akan didominasi oleh tanaman yang bisa menghasilkan bahan bakar untuk aktivitas ekonomi global. Uni Eropa menunda kebijakan itu karena dampak negatif rencana itu bagi pasokan pangan untuk manusia.

    Bersama penandatanganan itu pemerintahan Obama mengucurkan $786.5 juta sebagai dana tambahan untuk mengaktifkan kembali proyek-proyek penelitian bahan bakar nabati.

    Lembaga kerjasama antar-departemen yang dibentuk Obama akan bertugas mengkoordinasikan program di Amerika dengan negara-negara berkembang, selain mengaktifkan kembali proyek-proek penelitian, uji coba, dan komersil di Amerika.

    ENVIRONMENT NEWS SERVICE | TEMPO NEWS ROOM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?