Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Demonstrasi Berulang Kali, 6 Mahasiswa UNIKA Santo Thomas Medan Dikeluarkan Tanpa Peringatan

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

image-gnews
Puluhan Mahasiswa Berdemonstrasi di Depan Kampus Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Senin, 11 Desember 2023/ISTIMEWA
Puluhan Mahasiswa Berdemonstrasi di Depan Kampus Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Senin, 11 Desember 2023/ISTIMEWA
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Aksi demonstrasi damai terjadi di halaman kampus Universitas Katolik Santo Thomas Medan demi meminta pembatalan sanksi akademik, Senin 11 Desember 2023. Pimpinan demonstrasi, Paskawan Gultom menyebutkan aksi ini dilakukan karena 19 orang mahasiswa terkena sanksi akademik. 

“Enam orang di DO dan 13 orang diskors,” ucap Gultom. Dari beberapa surat DO yang disampaikan oleh pihak Rektorat UNIKA, mahasiswa yang dikeluarkan tersebut tidak menerima surat peringatan sebelumnya. Karenanya, massa mahasiswa merasa banyak kecacatan administrasi yang dilakukan oleh pihak kampus. 

Bukan hanya itu, menurut Paskawan, para penerima sanksi akademik dituduh membuat masalah ketika menggelar demonstrasi saat PKKMB tahun 2022, Dies Natalis ke-39, dan melakukan kegiatan inagurasi kampus atau yang sering disebut dengan makrab (malam kearaban). 

Melalui Wakil Rektor III-nya, Charles Sitindaon menyampaikan para mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus adalah mereka yang dinilai melakukan pelanggaran berat. Mahasiswa-mahasiswa ini melakukan pelanggaran kemahasiswaan, seperti membawa poster dan orasi. Hal ini sudah dipertimbangkan dengan mediasi dan aspirasi.

Disampaikannya lagi para mahasiswa itu melanggar statuta UNIKA dan peraturan akademik. “Karena turunan dari statuta UNIKA adalah peraturan rektor, maka itu masuk pelanggaran berat,” ucap Charles lagi. Pelanggaran berat inilah yang tidak bisa ditoleransi lagi oleh kampus. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Charles menyampaikan orasi yang pertama dilakukan oleh mahasiswa pada saat Dies Natalis ke-39 yang dihadiri oleh pejabat dan dewan pembina Uskup Agung Medan. Ketika dipanggil rektorat, mahasiswa tidak menanggapi serius dan malah dibalas dengan adanya demonstrasi pada saat PKKMB. 

Upaya peringatan yang dilakukan oleh pihak rektorat adalah pemanggilan para mahasiswa dan orang tua. Pemanggilan yang tak berbalas tersebut berujung mahasiswa yang bersangkutan dikeluarkan. Tahapan SP 1 dan SP 2 dilakukan pada mahasiswa yang dihukum skorsing, "Ketika itu nanti tidak berubah, maka bisa langsung kita keluarkan mereka,” kata Charles. 

Begitulah, tuntutan massa demonstrasi mahasiswa agar kampus membatalkan DO ditanggapi dengan sikap tegas oleh pihak kampus.

FEBYANA SIAGIAN
Pilihan editor: Demonstrasi Dukung Palestina Guncang Kota-kota Besar, Kutuk Israel

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

12 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Demonstrasi di Bangladesh: Pengerahan Militer dan Jam Malam hingga Disoroti Kepala HAM PBB

Beberapa hari belakangan, Bangladesh menjadi sorotan dunia karena aksi demonstrasi besar-besaran


Unjuk Rasa di Bangladesh, Kementerian Luar Negeri Pastikan WNI Aman

18 jam lalu

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. ANTARA/Yashinta Difa/aa.
Unjuk Rasa di Bangladesh, Kementerian Luar Negeri Pastikan WNI Aman

Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Dhaka terus memonitor situasi dan menjalin komunikasi dengan para WNI di Bangladesh.


Fakta-fakta Kerusuhan di Bangladesh Akibat Demo Kuota PNS

18 jam lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Fakta-fakta Kerusuhan di Bangladesh Akibat Demo Kuota PNS

Bangladesh didera kerusuhan massal akibat demo mahasiswa. Mereka memprotes kuota PNS yang dinilai tidak adil.


Panggil Mahasiswa yang Demo Isu Korupsi, Rektor UPN Veteran Jakarta Bilang Cuma Menasihati

18 jam lalu

Petugas memeriksa kelengkapan berkas peserta sebelum mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2024 di Universitas Pembangunan Nasional
Panggil Mahasiswa yang Demo Isu Korupsi, Rektor UPN Veteran Jakarta Bilang Cuma Menasihati

Rektor UPN Veteran Jakarta mengatakan tak segan memberi sanksi bila mahasiswa kembali menggelar unjuk rasa yang dianggap melanggar etik.


Kementerian Luar Negeri Pantau Situasi Keamanan di Bangladesh

2 hari lalu

Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jln. Pejambon, Jakarta. Sumber: Suci Sekar/Tempo
Kementerian Luar Negeri Pantau Situasi Keamanan di Bangladesh

Kementerian Luar Negeri RI memastikan memantau situasi keamanan di Bangladesh selama berlangsungnya demonstrasi


Korban Tewas dalam Unjuk Rasa Mahasiswa di Bangladesh Bertambah

3 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Korban Tewas dalam Unjuk Rasa Mahasiswa di Bangladesh Bertambah

Setidaknya sudah 10 orang tewas dalam unjuk rasa mahasiswa yang berujung bentrok dengan aparat kepolisian pada pekan ini.


Unjuk Rasa Mahasiswa, Perdana Menteri Bangladesh Janji Bentuk Komisi Yudisial

3 hari lalu

Pengunjuk rasa anti-kuota berbaris saat  terlibat dalam bentrokan dengan Liga Chhatra Bangladesh, sayap mahasiswa dari partai berkuasa Liga Awami Bangladesh, di Universitas Dhaka, di Dhaka, Bangladesh, 16 Juli 2024. REUTERS/ Mohammad Ponir Hossain
Unjuk Rasa Mahasiswa, Perdana Menteri Bangladesh Janji Bentuk Komisi Yudisial

Perdana Menteri Bangladesh meyakinkan akan membentuk komisi yudisial untuk menegakkan keadilan pada korban tewas unjuk rasa menentang sistem kuota


Tolak Pengembangan Geothermal, Puluhan Warga Demo di Kementerian ESDM

4 hari lalu

Aliansi Nasional Tolak Geothermal melakukan aksi di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2024. Mereka menolak pengembangan proyek geothermal di Indonesia. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Tolak Pengembangan Geothermal, Puluhan Warga Demo di Kementerian ESDM

Sejumlah warga dari beberapa wilayah lingkaran proyek geothermal di Indonesia mendatangi Dirjen EBTKE Kementerian ESDM.


Unjuk Rasa mahasiswa, Seluruh Universitas di Bangladesh Tutup Sementara

4 hari lalu

Gelombang unjuk rasa mahasiswa menolak sistem quota memakan korban jiwa, seluruh universitas diminta tutup sementara demi keamanan pada 16 Juli 2024. Sumber: Reuters
Unjuk Rasa mahasiswa, Seluruh Universitas di Bangladesh Tutup Sementara

Gelombang unjuk rasa mahasiswa menolak sistem quota memakan korban jiwa, seluruh universitas diminta tutup sementara demi keamanan


Penjelasan Rektor UPNVJ Soal Surat Edaran yang Larang Mahasiswa Baru Demonstrasi

10 hari lalu

Rektor di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) periode tahun 2022-2026 Dr. Anter Venus, MA, Comm. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Penjelasan Rektor UPNVJ Soal Surat Edaran yang Larang Mahasiswa Baru Demonstrasi

Beredar surat pernyataan dari UPNVJ yang harus ditandatangani oleh mahasiswa baru agar tidak melakukan demontrasi yang menghakimi, merendahkan, dan menghina.