Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Observatorium Bosscha Amati Hilal 10 Maret di Lembang dengan Teleskop Refraktor

image-gnews
Teleskop refraktor ganda Zeiss dalam kubah pengamatan yang ikonik di komplek Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. TEMPO/Prima Mulia
Teleskop refraktor ganda Zeiss dalam kubah pengamatan yang ikonik di komplek Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiapkan rencana pengamatan hilal di Lembang pada Ahad, 10 Maret 2024. Tim pengamat akan menggunakan teleskop refraktor untuk melihat bulan baru berbentuk sabit sebagai penanda beralihnya bulan Sya’ban ke Ramadan 1445 Hijriah.

“Hari Minggu kami akan mulai acara pengamatan rukyat pukul 16.00 WIB,” kata staf Divisi Pendidikan dan Penjangkauan Publik Observatorium Bosscha, Yatny Yulianti, Kamis, 7 Maret 2024. 

Hampir setiap bulan Observatorium Bosscha mengamati bulan sabit muda. Sementara setiap tahun hasil pengamatannya ikut dipakai sebagai bahan rujukan untuk penetapan awal bulan Hijriah, termasuk Ramadan bagi Kementerian Agama dan masyarakat umum.

Menurut Yatny, pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas atau kenampakan bulan sebagai fungsi dari elongasi terhadap ketebalan sabit bulan, termasuk untuk pengamatan hilal Ramadan 1445 Hijriah. Pengamatan akan dilakukan dengan menggunakan sebuah teleskop refraktor berdiameter 106 milimeter yang dilengkapi detektor kamera berbasis CMOS (Complementary Metal-Oxide Semiconductor).

Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan kualitas tampilan sabit bulan. Perangkat lunak itu, kata Yatny, dikembangkan secara mandiri oleh peneliti di Observatorium Bosscha.

Sebelum melakukan pengamatan, peneliti telah menyiapkan data hilal 10 Maret 2024 dari hasil perhitungan. Datanya menunjukkan bahwa di Indonesia, elongasi bulan dan matahari dalam geosentrik merentang antara 2,2-2,8 derajat, sedangkan dalam toposentrik terentang antara 1,6-2,1 derajat. Adapun ketinggian bulan antara -1,0 hingga 0,5 derajat.

Berdasarkan lokasi pengamatan di Observatorium Bosscha, Lembang, konjungsi pada 10 Maret 2024 yaitu pukul 16.00. Matahari terbenam pukul 18.04, sedangkan bulan tenggelam 18.09 WIB. Usia bulan saat itu dua jam 4 menit. Elongasi bulan (geosentrik) 02° 28’ 27,8'', sementara elongasi bulan (toposentrik) 01° 40’ 19,2''.

Data Observatorium Bosscha juga menyebutkan iluminasi atau persentase kecerahan bulan yaitu 0,02 persen. Tinggi matahari -00° 49’ 59,9'', kemudian tinggi bulan 00° 17’ 08,4''. Azimuth matahari 266° 03’ 20,1'', dan azimuth bulan 264° 48’ 47,5''.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebelumnya diberitakan, Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Bandung juga akan melakukan pengamatan hilal pada 10 dan 11 Maret 2024. Lokasinya di Pos Observasi Bulan Cikelet di Kabupaten Garut dan di bagian atap kantor BMKG Bandung.

“Berdasarkan data hilal, data rekor hilal oleh BMKG, keilmuan astronomi, serta data prakiraan cuaca, maka hilal awal Ramadan berpotensi sangat kecil atau tidak dapat teramati pada tanggal 10 dan 11 Maret 2024,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu, Rabu 6 Maret 2024.

Sebelumnya, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin mengatakan, ketinggian bulan saat magrib pada 10 Maret 2024 masih sangat rendah. “Jadi tidak mungkin bisa dirukyat (diamati),” katanya Senin, 4 Maret 2024.

Posisi bulan itu, menurut Thomas, dari kriteria MABIMS belum terpenuhi. MABIMS merupakan kriteria yang ditetapkan bersama oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Indonesia memakai kriteria itu untuk menetapkan 1 Ramadan dan 1 Syawal sejak 2022. Dalam kriteria itu, untuk pengamatan ketinggian bulan minimal 3 derajat dengan elongasi atau jarak sudut bulan dan matahari di langit minimal 6,4 derajat. 

Namun, begitu sebelum sidang isbat pemerintah yang direncanakan 10 Maret, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah resmi menyebarkan penetapan awal Ramadan yaitu pada 11 Maret 2024. Sedangkan Idul Fitri atau 1 Syawal pada 10 April. 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengapa Terjadi Suhu Dingin di Sejumlah Wilayah Indonesia Belakangan Ini?

18 jam lalu

SDN 5 Cikidang di Kampung Pengkolan, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang berada ditengah perkebunan, 26 Juli 2022. Sekolah yang letaknya dikelilingi perkebunan dan cukup jauh dari perkampungan ini hanya memiliki 50 orang murid terdiri dari 8 murid di kelas 3, 8 murid kelas IV, 8 murid kelas V, dan 26 murid kelas VI. Tak ada lagi murid di kelas 1 dan II selama 2 tahun terakhir karena letaknya yang jauh. Guru pengajar yang tersisa hanya tinggal 2 orang. Sekolah ini jika terus kekurangan murid rencananya akan disatukan dengan SDN 1 Cikidang yang lokasinya ada di dekat kantor desa. TEMPO/Prima mulia
Mengapa Terjadi Suhu Dingin di Sejumlah Wilayah Indonesia Belakangan Ini?

BMKG Stasiun Bandung menyebut perubahan ke suhu dingin di wilayah Bandung Raya disebabkan oleh faktor peralihan musim hujan ke musim kemarau.


Sejarah Observatorium Bosscha yang Lumpuh Akibat Polusi Cahaya di Langit Lembang

1 hari lalu

Prasasti peresmian di komplek Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. TEMPO/Prima Mulia
Sejarah Observatorium Bosscha yang Lumpuh Akibat Polusi Cahaya di Langit Lembang

Mengintip sejarah perjalanan pembangunan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat yang lumpuh akibat polusi cahaya.


Apa Itu Polusi Cahaya Penyebab Observatorium Bosscha Terganggu?

1 hari lalu

Teleskop refraktor ganda Zeiss dalam kubah pengamatan yang ikonik di komplek Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. TEMPO/Prima Mulia
Apa Itu Polusi Cahaya Penyebab Observatorium Bosscha Terganggu?

Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat mengeluhkan lampu sorot yang menyebabkan polusi cahaya di langit. Lantas, apa itu polusi cahaya?


Lampu Sorot Pusat Hiburan di Lembang Ganggu Pengamatan Bintang di Observatorium Bosscha

4 hari lalu

Persiapan pengamatan okultasi Pluto di Observatorium Bosscha. TEMPO/Prima Mulia
Lampu Sorot Pusat Hiburan di Lembang Ganggu Pengamatan Bintang di Observatorium Bosscha

Lampu sorot dari salah satu pusat hiburan di kawasan Lembang membuat pengamatan bintang di Observatorium Bosscha terganggu.


Berusia 104 Tahun, ITB Bangun Fasilitas Baru di Bandung, Jatinangor, dan Observatorium Bosscha

16 hari lalu

Rektor ITB Prof Reini Wirahadikusumah, Ph.D. (ANTARA/HODok Humas ITB)
Berusia 104 Tahun, ITB Bangun Fasilitas Baru di Bandung, Jatinangor, dan Observatorium Bosscha

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari proses modernisasi dan penguatan ITB dalam paruh kedua 100 tahun ke depan


6 Rekomendasi Wisata Alam Ramah Anak di Bandung

24 hari lalu

Wisatawan memberi makan rusa di area penangkaran rusa di Kampung Cai Ranca Upas, Desa Alamendah,Bandung, Jawa Barat, 14 Mei 2016. Kawasan wisata alam cocok untuk keluarga menikmati libur di akhir pekan. TEMPO/Prima Mulia
6 Rekomendasi Wisata Alam Ramah Anak di Bandung

Wisata alam ramah anak di Bandung raya terletak di bagian utara dan bagian selatan. Ini rekomendasinya


Vakum 4 tahun Observatorium Bosscha ITB Kembali Buka Kunjungan Malam, Cek Jadwal dan Harga Tiketnya

25 hari lalu

Bangunan kubah ikonik di komplek Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. Tempat peneropongan bintang Observatorium Bosscha telah genap berusia 100 tahun pada tahun 2023 ini. TEMPO/Prima Mulia
Vakum 4 tahun Observatorium Bosscha ITB Kembali Buka Kunjungan Malam, Cek Jadwal dan Harga Tiketnya

Jadwal kunjungan malam Observatorium Bosscha dibuka kembali setelah 4 tahun vakum. Jumlah pengunjung dibatasi.


Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi Beda, Ini Penjelasan Muhammadiyah

36 hari lalu

Umat Muslim melaksanakan pawai takbiran keliling dalam rangka menyambut Idul Fitri 1445 Hijriah di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa, 9 April 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Idul Adha di Indonesia dan Arab Saudi Beda, Ini Penjelasan Muhammadiyah

Warga Muslim di Indonesia umumnya akan merayakan Idul Adha pada Senin, 17 Juni 2024, sehari lebih lambat dari di Arab Saudi.


Kondisi Cuaca jadi Tantangan dalam Kunjungan Malam Observatorium Bosscha

42 hari lalu

Petugas mengoperasikan teleskop atau teropong bintang di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 16 Januari 2023. Observatorium Bosscha diresmikan pada 1 Januari 1923 atas prakarsa K.A.R Bosscha bersama Nederlandsch - Indische Sterrenkundige Vereeniging (Perhimpunan Bintang Hindia Belanda). TEMPO/Prima Mulia
Kondisi Cuaca jadi Tantangan dalam Kunjungan Malam Observatorium Bosscha

Jika kondisi malam sedang cerah tanpa mendung dan hujan, tiga teleskop Observatorium Bosscha bisa untuk mengintip benda langit.


Pengamatan Hilal Penanda Idul Adha Hari Ini, BMKG Bandung: Berpotensi Terlihat

43 hari lalu

Petugas  melakukan pengamatan posisi hilal dari Gedung Observatorium Universitas Muhammdiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 9 April 2024. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyebut ketinggian hilal sore ini terpantau 5 derajat 51 menit dengan sudut elongasi 7 derajat 91 menit sehingga sudah mmemenui kriteria yang ditetapkan  Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) ANTARA/Hasrul Said
Pengamatan Hilal Penanda Idul Adha Hari Ini, BMKG Bandung: Berpotensi Terlihat

Tim pengamat hilal BMKG menggunakan teleskop atau teropong yang otomatis terintegrasi dengan teknologi informasi.