Discovery Sudah Menempel di Stasiun Antariksa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang disiarkan REUTERS 10/9), memperlihatkan pesawat ulak alik Discovery dengan latar belakang bumi, setelah lepas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut. Foto: REUTERS/NASA

    Foto yang disiarkan REUTERS 10/9), memperlihatkan pesawat ulak alik Discovery dengan latar belakang bumi, setelah lepas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut. Foto: REUTERS/NASA

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah mengalami ganguan, pesawat Discovery bisa menempel ke statsiun antariksa internasional saat berada sekitar 362.1 km di atas Laut Karibia dekat Caracas. Pilot Komandan Alan Poindekter bisa menjalankan operasi penempatan pesawat tanpa merusak alat navigasi lain meski radar Ku-band tak berfungsi.

    Pesawat Discovery sempat mengalami masalah kala mencoba menghubungkan diri ke stasiun angkasa. Pada manuver terakhir, bagian “Terminal Initiation” terbakar. “Para kru akan mulai membuka pesawat dan pembatas stasiun dan melakukan serimonial penyambutan kedatangan," tulisan NASA mengenai perkembangan penerbangan ini.

    Discovery mengantarkan tujuh awak untuk bergabung dengan enam kru stasiun angkasa lebih dari sepekan. Lima kru perempuan di stasiun angkasa merupakan hal pertama dalam perjalanan ke angkasa. Mereka yang baru datang adalah Spesialis Misi Dottie Metcalf-Lindenburger, Stephanie Wilson dan astronot Agensi Eksplorasi Angkasa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) Naoko Yamazaki. Mereka bergabung dengan Insinyur Penerbangan Ekspedisi 23 Tracy Caldwell Dyson, dan Soichi Naguchi. Pertemuan Yamazaki dan Soichi menjadi sejarah dua astronot perempuan dari JAXA bertemu di angkasa.

     

    Televisi NASA akan menyiarkan laporan pimpinan Direktur Penerbangan STS-131 Richard Jones. NASA sempat menghentikan penayangan langsung melalui situsnya saat kejadian kebakaran.

    PURW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.