Mengganti Password Hanyalah Pekerjaan Mubazir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari kerja mengakses internet yang disediakan, untuk memilih lowongan kerja yang cocok, dalam acara Indonesia Career Expo 2009  di Gedung Landmark Braga, Bandung, Jawa Barat (31/10). TEMPO/Prima Mulia

    Pencari kerja mengakses internet yang disediakan, untuk memilih lowongan kerja yang cocok, dalam acara Indonesia Career Expo 2009 di Gedung Landmark Braga, Bandung, Jawa Barat (31/10). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, New York - Menggonta-ganti password bahkan harus secara berkala ternyata adalah pekerjaan sia-sia. Lho... Padahal, langkah ini disarankan sebagai bagian dari peningkatan keamanan komputer.

    Sekarang penelitian baru membuktikan, apa yang dibenci itu terbukti memang tak terlalu berguna. Dalam penelitian yang dilaporkan Boston Globe, langkah pengamanan komputer dengan mengganti kata rahasia untuk masuk ke akun Facebook dianggap tidak lebih dari sampah besar. Mubazir, kata orang pesantren.

    Microsoft melakukan studi untuk mengukur seberapa efektif perubahan password sering menggagalkan serangan di dunia maya atau cyberattacks. Ternyata ditemukan bahwa saran itu umumnya tidak masuk akal. Catatan studi menyebutkan, seseorang yang memperoleh password akan menggunakannya langsung, tidak duduk di sana selama berminggu-minggu sampai memiliki kesempatan untuk mengubahnya.

    Di sisi lain, mengubah password tidak berbahaya, kecuali jika menggunakan password yang terlalu pendek atau ceroboh sehingga password mudah dikenali. (Banyak pengguna dipaksa untuk mengubah password mereka terlalu sering, sehingga untuk mengingat mereka menulisnya dan menempel catatan itu pada monitor, tentu saja ini menjadi perilaku terburuk keamanan komputer).

    Sebaliknya, perubahan password sering hanya membuang-buang waktu dan uang. Menurut peneliti Microsoft, dengan perhitungan kasar: secara ekonomis dibenarkan, setiap menit per hari yang dibelanjakan pada komputer pengguna mengubah sandi (atau pada setiap tindakan pengamanan) akan menghasilkan US$ 16 miliar atau Rp 144,4 triliun per tahun dalam bentuk tabungan.

    AP| NUR HARYANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?