Ariane Luncurkan Dua Satelit Ke Orbit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran roket Ariane 5 di Kourou, Guyana Perancis (27/6). AP/ESA-CNES-ARIANESPACE, P Baudon

    Peluncuran roket Ariane 5 di Kourou, Guyana Perancis (27/6). AP/ESA-CNES-ARIANESPACE, P Baudon

    TEMPO Interaktif, Cayenne - Roket Ariane berhasil membawa dua satelit ke orbit bumi, Sabtu lalu. Roket Ariane-5 itu meluncur dari pusat peluncuran badan antariksa Eropa (ESA) di Kourou, Guyana Prancis, timur laut pesisir Amerika Selatan pada 2141 GMT.

    Peluncuran roket yang mengangkut dua satelit itu semula akan dilakukan pada hari Rabu, namun proses penghitungan mundur dihentikan beberapa detik sebelum roket mengangkasa ketika terdeteksi adanya masalah teknis. Upaya peluncuran kedua yang dijadwalkan pada Kamis juga dibatalkan karena masalah teknis.

    Sabtu lalu, satelit Arabsat-2 memisahkan diri dari roket tepat 26 menit setelah Ariane meluncur ke orbit. Arabsat dirancang untuk telekomunikasi di seluruh Timur Tengah dan Afrika utara bagi perusahaan telekomunikasi Arabsat yang berbasis di Riyadh.

    Satelit berbobot 4.900 kilogram itu dibuat oleh sebuah konsorsium yang dipimpin EADS-Astrium dan Thales Alenia Space. “Stasiun Riyadh akan berhubungan dengan satelit itu dalam beberapa menit dan terkembangnya panel surya secara parsial,” kata manajer satelit Arabsat Ahmad Al-Shraideh.

    Enam menit setelah satelit Arabsat memisahkan diri, giliran satelit COMS Korea Selatan yang terlepas dari roket. Satelit berbobot 2,4 ton itu berfungsi sebagai satelit peramal cuaca, pemantau samudra dan telekomunikasi bagi Institut Riset Aerospace Korea Selatan (Kari).

    “Setelah pemisahan, satelit kami akan dikendalikan oleh Astrium di Toulouse, Prancis,” kata Koonha Yang dari Kari. “Beberapa saat kemudian, stasiun bumi Kari di Korea akan mengambil alih COMS dan melakukan tes orbit.”

    TJANDRA | REUTERS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?