Evolusi Sebuah Perekam Suara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perekam Suara Sanyo Xacti

    Perekam Suara Sanyo Xacti

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Jika Anda gemar menonton siaran berita atau infotainmen di televisi, pasti Anda sering melihat tayangan seorang narasumber yang tengah diwawancarai wartawan. Para jurnalis yang sedang menguber keterangan dari sumber itu, baik politikus maupun artis, biasanya ramai-ramai menyorongkan alat perekamnya ke dekat mulut sang sumber.

    Jika Anda mencermatinya, alat perekam suara saat ini sudah tampak canggih-canggih. Desainnya ramping dengan berbagai rupa. Ada yang seperti batang cokelat, ada juga yang berbentuk seperti stik. Bandingkan dengan 10 atau 15 tahun lalu, sebuah perekam suara tak seramping dan sesimpel sekarang. Dulu, bentuknya cukup besar karena masih menggunakan kaset atau pita suara untuk merekamnya. Begitu pun jika kita hendak mendengarkan musik di perjalanan.

    Pesatnya perkembangan teknologi rupanya mendorong para produsen melakukan evolusi alat rekam suara konvensional ke format digital. Hasilnya, sebuah perekam suara kini bisa dirancang seramping dan sesimpel mungkin. Maka tak mengherankan jika kini ada produk yang ketebalannya tak sampai 1 sentimeter.

    Produk tersebut belum lama ini diluncurkan Sanyo, vendor alat elektronik dan digital yang lama eksis sebagai penyedia perangkat audio dan pemutar kaset. Sanyo Xacti ICR-XPS01MF, produk tersebut, bobotnya cuma 46 gram dengan ketebalan 9,4 milimeter atau kurang dari 1 sentimeter. Sanyo mengklaimnya sebagai perekam suara tertipis di dunia saat ini.

    Perangkat anyar ini juga dilengkapi speaker cradle. Selain itu, perekam digital yang bekerja dengan format Mp3 dan Linear PCM ini ditanami banyak fitur. Melalui beragam fiturnya itu, Xacti diklaim menghasilkan rekaman suara setara dengan audio CD.

    "File suara yang terekam akan disimpan dalam microSD sehingga mudah ditransfer ke komputer," kata Yuji Shioga, General Manager Sanyo International Sales and Marketing, pada acara peluncuran Xacti Sound Recorder dan Dual Camera, di Jakarta, pertengahan Juni lalu. Semua fitur juga kompatibel dengan perangkat lunak Windows Media Player.

    Format Linear PCM mampu merekam suara jernih layaknya audio CD karena berkekuatan 16 bit, 44,1 kHz, 1.411 kbps, dan maksimum rekaman 21 ribu Hz. Jika ingin waktu rekam dan putar suara lebih panjang, pengguna dapat memakai format Mp3 yang memiliki perfoma tinggi, dengan 44,1 kHz, 320 kbps, dan maksimum rekaman 20 ribu Hz. Tak cuma itu, pengguna juga dimudahkan dengan sensor layar sentuhnya.

    Andalan lain adalah Noise Reduction Filter, yang berfungsi menyaring frekuensi di bawah 300 Hz pada waktu merekam. Fitur ini efektif untuk meredam kebisingan yang datang dari suara angin ketika merekam di luar ruang atau suara penyejuk udara ketika berada dalam ruangan. Namun, bila telanjur terekam, tingkat kebisingan itu bisa dikurangi saat memutar rekaman dengan mode Clear Voice.

    Selain dilengkapi Recording Mode Auto, yang akan memudahkan proses merekam, Recording Mode Manual memungkinkan pemutaran suara hingga 60 tingkat dengan menggunakan pencatatan meter dan lampu indikator. Fitur Playlist-nya juga memungkinkan lagu favorit diputar sesuai dengan urutan yang diinginkan. Pencarian file suara juga lebih cepat dengan fitur List Order, serta fitur Song Information Display untuk menampilkan informasi dalam bahasa Inggris dan Jepang (kanji).

    Perekam ramping ini dapat memutar dengan kecepatan lebih rendah atau tinggi melalui 21-Level Playback Speed Control Function-nya, pada kecepatan rekam 50-200 persen untuk rekaman Mp3, tanpa mengurangi kualitas suara. Tombol tersendiri juga disediakan untuk memudahkan dan mempercepat penyesuaian pada waktu playback.

    Selain menyimpan lagu, dengan Xacti ICR-XPS01MF, pengguna bisa menikmati FM radio. Kelengkapan lain yang dimilikinya adalah dua mikrofon (Multi-Stereo Mic), slot kartu microSD 2 gigabita (GB), dan slot kartu microSDHC 2 GB, yang dapat di-upgrade hingga kapasitas 8 GB. Karena menggunakan kartu microSD sebagai format rekaman, data mudah diunggah dan disimpan ke PC.

    "Adanya sambungan kabel USB memungkinkan koneksi cepat dan mudah untuk komputer," kata Jeremy Hermanto, Division Manager PT Datascrip. Perangkat ini memakai baterai Lithium-ion yang ramping, turut membuat ketebalan alat ini berkurang hingga 28 persen. Namun, meski ramping, baterainya tetap berkapasitas tinggi sehingga tak perlu takut kehabisan dayanya.

    Adapun speaker cradle-nya merupakan speaker multifungsi. Desainnya ramping, cocok diletakkan di atas meja dan memiliki empat speaker dengan total output 2 Watt saat memakai adaptor AC. Cradle ini juga berfungsi sebagai pengisi ulang (charger) bagi perekam ketika dihubungkan dengan adaptor listrik. Namun, jika tak terhubung ke listrik, speaker tetap bisa berfungsi dengan memanfaatkan tenaga baterai dari sound recorder.

    Sound Recorder Sanyo Xacti ICR-XPS01MF tersedia dalam warna hitam dan merah. Dibanderol dengan harga Rp 2-3 jutaan, belum termasuk speaker cradle.

    DIMAS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?