Microsoft dan Alibaba di Perang Mesin Pencari di Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin pencari Bing

    Mesin pencari Bing

    TEMPO Interaktif, Beijing - Microsoft semakin serius melirik pasar Cina. Mereka menggandeng raja situs perdagangan (e-commerce) di Cina, Alibaba.com untuk mendongkrak mesin pencari Microsoft, Bing. Ini adalah langkah penting Microsoft untuk mengejar ketertinggalan mereka dari Google dan Baidu dalam perang mesing pencari internet di pasar Cina. Google dan Baidu adalah duo raja mesin pencari di negeri itu.

    Langkah kerjasama ini bisa mulus karena sebelumnya Microsoft sudah menggandeng Yahoo! untuk menggunakan Bing. Di Cina, Yahoo! memiliki 40 persen saham dari Alibaba Group. Alibaba punya dua situs andalan, yakni Alibaba yang melayani perdagangan dalam jumlah besar dan mempertemukan para broker dan eksportir dan situs Taobao.com, situs perdagangan eceran. Kedua situs ini merajai pasaran di Cina.

    Pekan lalu, Alibaba juga baru saja meluncurkan situs Etao.com. Situs ini ditujukan untuk mendongkrak jumlah pengunjung situs Taobabo.com. Situs Etao ini menampil hasil pencarian internet yang canggih. Contohnya, dia menampilkan barang yang dicari, gambarnya, harganya. Situs ini menggunakan "otak" Bing milik Microsoft.

    Saat ini raja mesin pencari adalah Baidu. Popularitas semakin meningkat setelah Google resmi menutup kantornya di Cina. Google hengkang dengan alasan, pemerintah Cina terlalu sering mengintervensi situs-situs yang menyuarakan hak asasi manusia. Situs Google sendiri masih bisa diakses dari Cina.

    Bisnis mesin pencari internet di Cina saat ini memang bak kue yang lezat. Bisnis ini tumbuh 45 persen per tahun. Tahun ini di semester pertama diperkirakan bisnis mesin pencari mencapai US$ 692 juta (Rp 6,2 triliun). Itu data yang dirilis perusahaan riset Analysis International.

    Tao Bao adalah situs dagang eceran terbesar. Mereka mendirikan mal di ranah maya yang disebut Tao Bao Mall. Siapa saja bisa membuka toko di sana. Transaksi yang terjadi di situs itu mencapai 400 miliar yuan (Rp 534,8 triliun). Wow! Angka itu separuh dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita dalam setahun. Tao Bao saat ini menguasai 75 persen pasar e-commerce eceran di Cina.

    Ali Baba juga baru saja membeli mesin pencari di Cina, Sohu.com. Mesin pencari ini juga akan dipakai untuk Etao.com.

    Meski agresif melakukan akuisisi, banyak pengamat ragu Alibaba bisa dengan mudah menggeser Baidu. "Saya pikir mereka tak bisa menggeser Baidu dalam waktu dekat," kata David Wolf, CEO Wolf Group Asia, konsultan pemasaran di Cina.

    Walau mungkin belum berhasil menggeser Baidu, ini tetap saja langkah besar Jack Ma. Dia adalah pendiri Alibaba.com. Sebelum mendirikan perusahaan itu Jack Ma cuma guru bahasa Inggris biasa.

    AP | REUTERS | BS



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.