Ilmuwan Luncurkan Dana 600 Juta Dolar untuk Pertanian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua petani merontokkan biji Gandum (Triticum spp) varietas Dewata di perladangan lereng gunung Sindoro desa Kledung, Temanggung, Jateng. ANTARA/Anis Efizudin

    Dua petani merontokkan biji Gandum (Triticum spp) varietas Dewata di perladangan lereng gunung Sindoro desa Kledung, Temanggung, Jateng. ANTARA/Anis Efizudin

    TEMPO Interaktif, Hanoi - Para ilmuwan meluncurkan dana inisiatif global sebesar 600 juta dollar Amerika. Dana itu untuk meningkatkan produksi padi dan mengurangi dampaknya pada lingkungan. Langkah ini, kata mereka Rabu, membantu 150 juta warga dunia keluar dari kemiskinan pada tahun 2035.

    Selama lima tahun ke depan, Global Rice Science Partnership akan mengawasi penelitian guna meningkatkan produksi. Dana itu juga untuk mengembangbiakkan varietas yang kuat terhadap banjir dan dampak perubahan iklim.

    Skema pendanaan ini dikoordinir International Rice Research Institute (IRRI) dan mitranya. Peluncuran program ini dilakukan di Hanoi pada saat pertemuan pejabat kementrian pertanian dari 70 negara.

    "Beras adalah makanan pokok bagi lebih dari setengah populasi dunia dan di sebagian besar negara berkembang," kata Robert Zeigler, Direktur IRRI yang berbasis di Manila.

    Dana penelitian ini juga ditujukan untuk memotong emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian di mana jumlahnya setara dengan 1 miliar ton karbon dioksida. Untuk itu mereka akan mengadopsi metode irigasi yang lebih baik dan menghindari deforestasi.

    Untuk meningkatkan hasil produksi, petani tidak akan memperluas sawahnya ke daerah baru. Ini berarti dapat menyimpan lebih dari 1,2 juta hektar (3 juta hektar) hutan lahan basah dan ekosistem alam lainnya pada 2035.

    REUTERS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.