Agar Pamor Windows Phone 7 Tak Retak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Windows Phone 7

    Windows Phone 7

    TEMPO Interaktif, Jakarta -- Sistem operasi Windows Phone 7 dari Microsoft itu memang mengundang rasa penasaran. Kehadirannya dinanti-nantikan, meski belum pasti seberapa besar minat publik di Indonesia pada akhirnya. Pada bulan depan, produk pertama akan dikapalkan ke pasar Indonesia.
    Selaku sebuah produk yang digadang-gadang dapat membangkitkan lagi pamor Microsoft di bisnis perangkat bergerak, Windows Phone 7 memang menampilkan banyak hal yang menarik. Tapi seperti kata pepatah, tak ada gading yang tak retak.

    Inilah fitur-fitur penting yang mestinya bisa diperbaiki.


    Penghubung

    Konsep penghubung dalam sistem operasi ini ada pada fitur bernama People. Di sini kita bisa melihat konsolidasi antara data kontak dari Windows Live, Facebook, Microsoft Exchange, Hotmail, dan Gmail.

    Tapi fitur ini masih terbatas. Mestinya ia menjadi pintu masuk terpusat ke berbagai macam task. Contohnya, kita belum bisa melihat komunikasi e-mail dan pesan teks terbaru kita dengan kontak itu.

    Lagi pula, sumber datanya tak termasuk Twitter dan Flickr. Windows Live mungkin bisa membantu menjangkau lebih luas karena ia bisa melakukan interkoneksi dengan beberapa jejaring sosial. Tapi itu hanya berlaku bagi kontak kita yang sudah melakukan interkoneksi dengan Windows Live.

    Pesan Singkat

    Microsoft mendesain pesan pendek (SMS) seperti pesan instan. Artinya, pembicaraan antara kita dan lawan bicara berlangsung seperti antarmuka aplikasi pesan instan yang kita kenal. Plus, tambahan kemampuan mengirimkan lampiran.
    Tapi Microsoft menghilangkan ciri pesan pendek seperti di Windows Mobile. Tak ada folder berisi pesan yang sudah terkirim atau pesan yang tertahan di kotak keluar. Bila digabung, fitur pesan singkat di Windows Phone 7 akan lebih kaya.


    E-mail

    Antarmuka klien e-mail di Windows Phone 7 sudah menarik. Hanya, pengguna tak bisa menerima keseluruhan e-mail. Hanya e-mail sebesar 50 kilobita pertama. Sisanya hanya bisa dibaca bila kita mengunduhnya. Ini artinya kita mesti mengakses lagi jaringan data.
    Mestinya, Microsoft mempertahankan cara Windows Mobile. Di sistem operasi lawas itu ada beberapa pilihan, antara lain unduh sekian kilobita, unduh keseluruhan pesan, serta unduh keseluruhan pesan dan lampirannya.

    Panggilan Telepon

    Model pivot untuk menu-menu di Windows Phone, khususnya di bagian panggilan telepon, memang menarik karena kesederhanaannya. Tapi ada satu hal kecil yang luput di sana. Itu adalah ketiadaan cara untuk menyortir daftar panggilan, misalnya mencari panggilan tak terjawab saja atau panggilan masuk saja. Kalau daftar sudah terlalu panjang, cara terbaik adalah menghapus riwayat itu.
    Satu lagi untuk segmen ini, pada saat menghubungi nomor khusus, misalnya nomor untuk memilih paket operator (misalnya nomor yang diawali dengan tanda bintang dan pagar), kita tak bisa mengetik pilihan nomornya. Sebab, keyboard-nya tak bisa dimunculkan.


    Kalender

    Tak ada tampilan khusus untuk agenda sepekan di sini. Padahal umumnya orang lebih menyukai agenda sepekan. Lagi pula, ketiadaan sinkronisasi dengan Outlook membuat fitur ini kurang bergigi.

    Wi-Fi
    Koneksi ke jaringan Wi-Fi dengan memancarkan SSID dan DHCP adalah langkah jitu untuk kebanyakan titik panas. Namun, bila Windows Phone mendukung IP yang statis dan jaringan tersembunyi, ia akan terasa lebih lengkap.

    Perbaikan segera

    Kita tahu ada beberapa fitur yang segera akan diperbarui oleh Microsoft. Mereka adalah copy-paste, multitasking, pencarian perangkat, tethering, dan peramban yang lebih baik, serta dukungan Flash. Lalu satu lagi, mudah-mudahan Marketplace pun segera tersedia untuk pasar Indonesia.

    DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.