Habis FarmVille, Tercipta CityVille  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CityVille (Foto: Google)

    CityVille (Foto: Google)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pusing dengan berbagai keruwetan di kota Jakarta. Mulai dari macet, banjir hingga aktivitas bisnis yang ada di dalamnya. Daripada larut dalam berbagai masalah itu, Anda buat saja sendiri kota yang selama ini diidamkan melalui CityVille.

    Berangkat dari suksesnya game jejaring sosial FarmVille yang biasa dimainkan di Facebook, Zynga yang dikenal sebagai pengembang permainan menciptakan sebuah game baru CityVille.

    Tak banyak berbeda dengan FarmVille, pada permainan CityVille ini pemain game diminta membangun sebuah kota yang ideal menurut mereka sekaligus didaulat menjadi walikotanya. Hadir dalam versi beta, CityVille akan tersedia dalam lima pilihan bahasa, yakni Inggris, Jerman, Itali, Spanyol dan Prancis.

    Game ini juga hanya bisa dimainkan di situs jejaring sosial Facebook secara gratis dan menyediakan Facebook credits untuk membeli fitur tambahan. "Ini adalah permainan kami yang ketiga pada tahun ini," kata Sean Kelly, General Manager Studio Game Zynga, seperti dikutip Telegraph, hari ini.

    Tujuannya permainan ini, menurut dia, untuk membangun seluruh kota kemudian menjalankannya melalui komunikasi dengan teman-teman Anda yang juga sedang bermain game. Permainan yang tersedia dalam 'wajah' tiga dimensi ini memungkinkan pengguna untuk mengubah setiap tampilan kota pada layar komputer mereka.

    Keberhasilan para pemain game CityVille, jelas Kelly, akan ditentukan dari kemampuan mereka mengimbangi kebutuhan warganya dengan menjalankan berbagai bisnis sampai memanen tanaman Anda seniri. Apabila pengelolaan wilayah Anda cukup baik, maka Anda akan dapat mengekspansi bisnis Anda ke wilayah teman-teman yang lain.

    Nampaknya Zynga ingin mengulang sukses FarmVille yang mampu melambungkan nilai taksiran perusahaan itu menjadi US$ 5,5 miliar dalam tempo tiga tahun. Tercatat 33 juta orang di seluruh dunia mengunduh permainan FarmVille.

    Telegraph|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?