Tampilkan Pakaian Dalam, Google Map Digugat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google Maps pada smartphone Android (Foto: Gadgetvenue)

    Google Maps pada smartphone Android (Foto: Gadgetvenue)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kecanggihan teknologi Google Map ternyata malah mendatangkan masalah. Baru-baru ini layanan Street View di Google Map digugat di Jepang. Seorang perempuan Jepang menggugat perusahaan internet terbesar di dunia itu gara-gara peta Google menampilkan jemuran pakaian dalam di apartemen

    Google memang punya layanan yang menampilkan foto suasana kota dalam peta. Misalnya, saat kita melihat Orchard Road, di sana ada foto suasana Orchard. Foto itu menggunakan teknologi panorama 360 derajat. Jadi, pemirsa akan merasa seperti sedang melihat ke sekeliling 360 derajat.

    Nah, masalahnya, kamera Google Street View yang lewat di depan apartemen perempuan Jepang itu tak sengaja memotret jajaran "bendera" pakaian dalam, seperti bra dan CD. Itu membuat perempuan itu merasa dipermalukan. Menurut surat kabar lokal Mainichi, gambar itu membuatnya stres.

    "Saya stres dan merasa diincar sebagai target kejahatan seksual," kata perempuan itu dalam sidang pertamanya di Fukuoka pekan lalu. Saking malunya, dia sampai harus pindah kerja dan pindah apartemen.

    Dalam gugatannya, ia menyatakan foto di Google Map itu membuatnya dia merasa dimata-matai. Dia dihinggapi penyakit obsessive-compulsive disorder.

    Ini bukan gugatan pertama bagi Google Map. Pemerintah Australia pernah mencak-mencak kepada Google dan menganggap layanan Google itu membahayakan negara. Setelah adanya gugatan itu, Google menjadi lebih berhati-hati. Mereka tak menampilkan foto gedung-gedung pemerintahan yang penting seperti istana presiden, markas besar angkatan bersenjata.

    Terhadap gugatan di Jepang, Google telah menghapus foto tersebut saat perempuan Jepang itu mengajukan gugatan ke pengadilan pada Oktober yang lalu.

    Itu memang hanyalah sebuah foto. Namun, menampilkan foto pakaian dalamnya, yang sedang dijemur di luar rumahnya, adalah jelas salah," ujar perempuan itu.

    BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?