Tablet Huawei Segera Hadir di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tablet Huawei Ideos S7. Foto: tecnodrop.com

    Tablet Huawei Ideos S7. Foto: tecnodrop.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Demam tablet komputer sedang melanda dunia, tak terkecuali di Indonesia. Huawei, sebagai salah satu pemain asal Cina, dalam waktu dekat akan meluncurkan Ideos S7 di Tanah Air.

    Riadi Sugihtani, Marketing Director Terminal Marketing PT Huawei Tech Investment, mengatakan saat ini pihaknya sedang menyiapkan strategi pemasaran dan penjualan tablet Huawei Ideos S7 di Indonesia.

    Lantas, kapan tablet yang memiliki layar seluas 7 inci ini masuk Indoensia? "Antara Januari hingga Februari ini," ujar Riadi kepada Tempo, Selasa (4/1).

    Tablet ini memang sudah diluncurkan tahun lalu dan sudah dipasarkan di Australia dan Singapura. Riadi mengatakan tahun ini akan makin banyak pesaing dan pabrikan mengeluarkan produk sejenis iPad ini.

    Huawei berencana mengeluarkan tablet Ideos S7 dengan model bundling untuk mendongkrak penjualan. Tetapi disinggung operator yang akan diajak bekerja sama, Riadi tutup mulut.

    “Sesuai pembicaraan dengan operator, kami belum bisa buka. Tetapi kami tetap membuka kemungkinan dengan satu operator saja," ujar Riadi.

    Penjualan bundling dinilai cukup efektif karena operator bisa menyediakan data dan pabrikan menyediakan perangkat bergerak sehingga saling melengkapi.

    Ideos S7 bekerja dengan teknologi Android 2,1 atau lebih dikenal dengan Android eclair 2,1. Tetapi teknologi ini bisa ditingkatkan Android Froyo, 2,2.

    Tablet 7 inci dengan penyangga ini terlihat ramping. Tablet ini dilengkapi kamera 2 megapiksel dan koneksi Wi-Fi. Di dalamnya dilengkapi memori dengan kapasitas delapan megabyte dan built in microSD card slot.

    Perang tablet pengekor iPad ini tak terelakkan. Huawei tak gentar dengan sengitnya pertarungan di pasar tablet ini. Tak hanya dari kompetitor dengan brand tetapi kompetitor lokal pun juga sudah ambil bagian.

    Menurut Riadi, pasar tablet ini masih luas. Potensinya juga masih cukup besar meski tak seramai pasar ponsel. “Kami melihat masih ada peluang, ini hal baru," ujar Riadi.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?