Angry Bird Bikin Otak Makin Cerdas?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angry Birds

    Angry Birds

    TEMPO.CO, New York - Jika Anda berpikir bermain game di ponsel saat berada di tempat kerja adalah buang-buang waktu, bacalah artikel ini. Penelitian terbaru menunjukkan, bermain game populer Angry Birds bisa membuat seseorang lebih cerdas dan bekerja lebih baik.

    Penelitian telah menunjukkan bahwa bermain game tersebut bisa membuat Anda lebih "tangguh". Selain itu, membantu Anda fokus di tempat kerja.

    Adalah sebuah artikel di Harvard Business Review (HBR), mengutip sejumlah penelitian, menunjukkan bahwa terlibat dalam beberapa kegiatan yang kita anggap non-produktif--seperti bermain game ringan-memberi manfaat. Game juga menjadi cara cerdas untuk menghabiskan waktu.

    Orang-orang di seluruh dunia dilaporkan menghabiskan 300 juta menit per hari untuk bermain Angry Birds, salah satu permainan yang paling populer yang tersedia pada layar sentuh smartphone. Bahkan, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengaku sebagai pecandu Angry Birds.

    Menulis di HBR ini, Jane McGonigal, seorang desainer game dan penulis Reality is Broken: Why Games Make Us Better and How They Can Change the World, orang yang secara rutin memainkan game itu dapat menjadi pemecah masalah yang lebih baik, lebih kolaboratif, dan kecil kemungkinan untuk gampang menyerah. "Dengan kata lain, game dapat membuat orang lebih ulet," tulisnya. Ia menyatakan, setidaknya empat menit setiap jam bermain game dapat membuahkan hasil positif.

    MAIL ONLINE | TRIP B

    Berita Terpopuler:
    Ini Nama Dua Anggota DPR yang Disebut Dahlan

    Terduga Peminta Upeti Punya Gedung Mewah

    Jika Enam Ruas Tol Jadi Dibangun, Jokowi Digugat

    Peminta Upeti BUMN Terkait Penyertaan Modal

    Gara-gara Sandy, Orang Terkaya Rugi Rp 40 Triliun


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.