Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

NASA Temukan 461 Planet Baru Layak Huni?

Editor

Grace gandhi

image-gnews
Ilustrasi planet. Dailymail.co.uk
Ilustrasi planet. Dailymail.co.uk
Iklan

TEMPO.CO , Long Beach, California: Teleskop Antariksa Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mendeteksi 461 kandidat planet baru. Setidaknya empat planet di antaranya berukuran sedikit lebih besar dari Bumi dan berpotensi mendukung kehidupan.

Seluruh planet baru yang terletak di luar tata surya (eksoplanet) itu merupakan hasil pencarian Kepler selama 22 bulan operasi terhadap 2.740 calon planet. Sampai saat ini baru 105 planet yang telah dikonfirmasi sebagai planet.

"Namun, kami yakin lebih dari 90 persen lainnya juga segera dapat dipastikan kebenarannya," kata Christopher Burke dari Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute, Selasa, 8 Januari 2013.

Empat planet "layak huni" yang ditemukan berukuran 1,25 hingga 2 kali lebih besar ketimbang Bumi. Masing-masing planet mengorbit zona layak huni pada bintang mereka. Berbagi jarak yang memungkinkan air tetap dalam bentuk cair di permukaannya. Satu planet di antaranya berukuran 1,5 kali Bumi dan mengorbit bintang mirip matahari.

"Ini menjadi satu temuan yang sangat menarik," kata Burke, yang menyampaikan penemuan ini dalam pertemuan American Astronomical Society di Long Beach, California.

Temuan ini sekaligus untuk membarui katalog misi Kepler, teleskop antariksa senilai US$ 600 juta yang diluncurkan pada Maret 2009. Para ilmuwan sebelumnya telah menemukan sekitar 2.300 calon planet yang terlihat saat 16 bulan pertama teleskop beroperasi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Deteksi baru yang dilakukan dengan Kepler juga meningkatkan jumlah bintang dari 365 menjadi 467. Bintang-bintang ini unik karena diyakini menjadi tempat mengorbit planet-planet yang berpotensi layak huni.

"Banyaknya kandidat yang ditemukan menyiratkan sebagian besar eksoplanet berada di sistem multi-planet," kata Jack Lissauer, seorang ilmuwan dari Ames Research Center di Moffett Field milik NASA.

Temuan Kepler ini juga menunjukkan galaksi Bima Sakti dihuni setidaknya 17 miliar planet seukuran Bumi dalam orbit yang ketat. Sementara lebih banyak planet lainnya diduga mengorbit bintang yang jaraknya lebih jauh.

"Kepler semakin mampu menemukan planet yang lebih kecil pada periode orbit yang lebih jauh. Kita tinggal menunggu waktu untuk menemukan planet baru mirip Bumi," kata Steve Howell, seorang ilmuwan misi Kepler di Ames Research Center di Moffett Field.

SPACE | MAHARDIKA SATRIA HADI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


3 Hujan Meteor di Fenomena Astronomi Bulan Juli, Catat Tanggal dan Arah Lihatnya

19 hari lalu

Pemandangan langit saat puncak hujan meteor Perseid, di Premnitz, Jerman, Sabtu, 11 Agustus 2018. Femonena alam ini terjadi tiap tahun antara 17 Juli dan 24 Agustus. REUTERS/Fabrizio Bensch.
3 Hujan Meteor di Fenomena Astronomi Bulan Juli, Catat Tanggal dan Arah Lihatnya

Fenomena astronomi bulan ini bakal menampilkan tiga hujan meteor dan dua planet senja serta okultasi Saturnus. Berikut penjelasannya.


Peramal India Sebut Kiamat Disebabkan Perang Dunia III, Ini Penyebab Kiamat Menurut Sains

21 hari lalu

Ilustrasi terjadinya kiamat. abcnews.go.com
Peramal India Sebut Kiamat Disebabkan Perang Dunia III, Ini Penyebab Kiamat Menurut Sains

Seorang ahli nujum India meramalkan kiamat akan terjadi, Sabtu, 29 Juni 2024 disebabkan Perang Dunia III. Begini penyebab kiamat menurut sains?


Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

31 hari lalu

Pemandangan bulan purnama di atas Sydney Harbour Bridge, Australia, 25 Juni 2021.  Berdasarkan Farmers' Almanac, sebagai bulan purnama pada Juni dan terakhir di musim semi, suku Algonquin menjadikan bulan ini sebagai waktu untuk memanen stroberi. REUTERS/Stephen Coates
Awal Penyebutan Fenomena Strawberry Moon, Apa Bedanya Dengan Bulan Purnama Biasa?

Pada 21 Juni 2024 fenomena alam munculnya Strawberry Moon. Apakah bedanya dengan bulan purnama biasa?


Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

43 hari lalu

Bulan purnama bersinar di balik kubah masjid di Kairo, Mesir, 24 Juni 2021. Strawberry Moon merupakan Supermoon terakhir di tahun 2021. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Juni Penuh Fenomena Langka di Langit, Ada Strawberry Moon Hingga Parade Planet

Banyak fenomena benda langit langka yang terjadi sepanjang Juni 2024. Catat perkiraan tanggal dan waktu berikut ini agar tidak terlewat.


Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

44 hari lalu

Penampakan sebuah bola raksasa di Pantai Enshu, Hamamatsu, Jepang, 22 Februari 2023. Beberapa pihak menduga benda itu mirip dengan sesuatu yang ada di serial kartun Dragon Ball, ada juga berpendapat bola merupakan UFO yang jatuh dari langit. Hingga ada yang berasumsi bola itu bisa saja ranjau. Twitter/@XMiS10C4M6QthSG via REUTERS
Anggota Parlemen Jepang: Ancaman Keamanan UFO Tidak Bisa Diabaikan!

Penampakan UFO tidak boleh diabaikan begitu saja karena bisa jadi itu adalah drone atau pesawat pengintai, kata anggota parlemen Jepang


Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

45 hari lalu

Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPB Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono (kanan) dan para pimpinan konsorsium pengusaha Indonesia meninjau alat berat dalam peletakan batu pertama Hotel Nusantara di Kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis 21 September 2023. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kepala Otorita IKN Mundur Diganti Plt, Begini Problem Lingkungan yang Harus Dihadapi

IKN disebut akan berdampak serius terhadap penghancuran ekosistem regional Kalimantan yang saat ini sudah terancam industri sawit, tambang, HTI.


Fenomena Langka 3-4 Juni 2024: Enam Planet Akan Terlihat Berjejer dari Bumi

48 hari lalu

Warga melihat Gerhana Bulan Parsial melalui teropong di Planetarium, Jakarta, Senin (4/6). Fenomena Gerhana Bulan Parsial terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. ANTARA/M Agung Rajasa
Fenomena Langka 3-4 Juni 2024: Enam Planet Akan Terlihat Berjejer dari Bumi

Enam planet akan terlihat berjejer dari bumi pada 3-4 Juni 2024. Sebagian hanya bisa diamati dengan teleskop.


5 Fakta menarik Hot Dog, Dibawa ke Luar Angkasa hingga Harga Mencapai Puluhan Juta

29 April 2024

Menu Long Tail Hotdog di Three house Cafe di Jalan Hasnudin, Bandung, Jawa Barat. TEMPO/Aditya Herlambang Putra
5 Fakta menarik Hot Dog, Dibawa ke Luar Angkasa hingga Harga Mencapai Puluhan Juta

Sebagai makanan cepat saji yang populer, hot dog memiliki bulan perayaan nasional. Untuk merayakannya sebuah restoran di New York menjual hot dog seharga 37 juta rupiah


Cara NASA Mengontak Kembali Voyager 1, Penjelajah Bintang yang Hilang Kontak Selama 5 Bulan

24 April 2024

Penjelajahan Empat Dekade Voyager
Cara NASA Mengontak Kembali Voyager 1, Penjelajah Bintang yang Hilang Kontak Selama 5 Bulan

NASA memakai kode baru untuk mencolek kembali pesawat antarbintang, Voyager 1, yang sempat hilang kontak.


Kepala OIKN Klaim Pembangunan IKN Bawa Manfaat untuk Semua Pihak, Bagaimana Faktanya?

10 April 2024

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Bambang Susantono saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 18 Maret 2024. Rapat tersebut beragendakan perkenalan Kepala Otorita IKN beserta jajarannya dan pemaparan progres pembangunan IKN. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kepala OIKN Klaim Pembangunan IKN Bawa Manfaat untuk Semua Pihak, Bagaimana Faktanya?

Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono klaim bahwa pembangunan IKN akan membawa manfaat bagi semua pihak.